Suara dentuman berulang terdengar di sejumlah kawasan Bandung Raya pada Sabtu (5/9) dini hari, dalam rentang waktu antara pukul 00.30 WIB hingga 05.00 WIB. Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa fenomena bunyi tersebut bukan bersumber dari aktivitas gempa bumi maupun kondisi cuaca ekstrem di wilayah setempat.
Stasiun Geofisika Bandung menyatakan kesimpulan tersebut diperoleh usai evaluasi data kegempaan, aktivitas petir, pemantauan cuaca, hingga parameter gangguan magnet bumi. Data seismik menunjukkan tidak terdapat getaran atau aktivitas gempa di Bandung dan sekitarnya sepanjang periode terdengarnya dentuman. Selain itu, pantauan instrumen pendeteksi petir mencatat intensitas sambaran yang sangat rendah. Cuaca Bandung Raya saat kejadian terpantau cerah dengan pola angin bertiup konsisten dari arah timur ke barat, sehingga menepis dugaan gangguan meteorologis lokal.
55 WNA Tiongkok Ditangkap Imigrasi di Proyek Data Center BSD

Di luar wilayah Bandung, pemantauan citra satelit mendeteksi erupsi serta lonjakan petir di sekitar Gunung Anak Krakatau. Instrumen di Pulau Sebesi turut merekam anomali seismogram pada pukul 23.08 WIB dan 23.32 WIB. Kendati demikian, BMKG menilai kemungkinan gelombang suara erupsi merambat hingga ke Bandung Raya relatif kecil mengingat arah angin yang berhembus berlawanan, yakni dari timur ke barat.
Selain aktivitas vulkanik tersebut, stasiun magnet bumi di Sukabumi dan Serang merekam adanya gangguan magnetik internal bumi sejak 4 September pukul 23.00 WIB hingga 5 September pukul 02.00 WIB, tanpa terdeteksi adanya badai matahari pada periode yang sama.
Pengungsi Anak Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Beri Pendampingan

BMKG menegaskan bahwa berbagai anomali instrumen yang terdeteksi di lokasi lain belum dapat dikaitkan secara langsung sebagai penyebab pasti dentuman di Bandung Raya. Warga diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh spekulasi yang beredar di media sosial, dan selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal BMKG.






