Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Sabtu (29/8). Kondisi cuaca tersebut diproyeksikan berlangsung merata sejak pagi hingga malam hari di sebagian besar wilayah ibu kota.
Pada pagi hari, cuaca di kawasan daratan Jakarta yang mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara diprediksi cerah hingga cerah berawan. Sementara itu, wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan mengalami kondisi langit berawan tebal pada rentang waktu yang sama.
Memasuki siang hingga sore hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diprakirakan dinaungi awan tipis dengan kondisi cuaca cerah berawan. Suhu udara pada siang hari tercatat mencapai 34 derajat Celsius. Menyikapi teriknya suhu udara tersebut, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menjaga hidrasi tubuh dengan memastikan asupan cairan yang cukup.
Pekerja Toko di Sepaku Ditangkap Diduga Curi Uang Rp85 Juta Milik Bos

Pada malam hari, cuaca cerah berawan masih akan menyelimuti kawasan daratan Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Adapun untuk kawasan perairan Kepulauan Seribu, kondisi cuaca diprakirakan berawan.
Berdasarkan pemantauan dinamika atmosfer terkini, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. Fenomena ini membentuk sejumlah daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar kawasan tersebut.
Mobil Damkar Terguling Saat Menuju Lokasi Kebakaran, 1 Petugas Tewas

Selain di Jakarta, kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat juga menunjukkan minimnya potensi awan hujan. BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menjelaskan bahwa upaya operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat belum dapat dilaksanakan lantaran ketersediaan awan pembentuk hujan masih sangat minim. Di saat bersamaan, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat turut mengingatkan potensi fenomena El Nino kuat pada 2026 yang menyerupai kondisi tahun 1998, sehingga kesiapsiagaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu ditingkatkan.






