Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, terus meluas hingga menghanguskan sekitar 30 hektare lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi bahwa kobaran api masih terus membesar. Sebanyak 120 personel gabungan dari berbagai instansi telah dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api yang membakar kawasan konservasi tersebut.
Foto, 2 Kali Gempa Erupsi, Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Dipantau

Operasi pemadaman menghadapi rintangan berat di lapangan. Petugas kesulitan mendekati sejumlah titik api akibat medan perbukitan yang terjal dan dipenuhi bebatuan tajam. Kondisi diperparah oleh tiupan angin kencang yang arahnya kerap berubah-ubah serta vegetasi yang mengering akibat musim kemarau, memicu api merambat dengan cepat.
Lokasi kebakaran yang sangat jauh dari sumber mata air juga membatasi efektivitas pemadaman. Peralatan semprot seperti jet shooter tidak dapat bekerja maksimal lantaran kapasitas airnya hanya berkisar 20 hingga 30 liter per unit, sementara akses pengisian ulang di area berbatu sangat sulit dijangkau. Petugas di lapangan terpaksa memanfaatkan alat seadanya, termasuk ranting pohon, untuk membuat sekat bakar dan memutus perambatan api.
Polresta Sidoarjo Bongkar Sindikat Scamming WNA Tiongkok, Empat Tersangka Ditangkap

Berdasarkan keterangan Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep, kemunculan api pertama kali diketahui pada Senin (7/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Kepulan asap mulanya dilaporkan oleh warga yang sedang beraktivitas tani di sekitar kawasan hutan Blok Cileutik dan Blok Cimaung sebelum akhirnya meluas.






