Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengingatkan warga untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Warga yang berada di sekitar area kebakaran diimbau mengurangi aktivitas luar ruang guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa paparan asap kebakaran secara langsung dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan. Gejala yang dapat muncul meliputi batuk, tenggorokan gatal atau perih, hingga sesak napas. Kondisi ini juga berisiko memperburuk kesehatan warga yang telah memiliki riwayat penyakit pernapasan sebelumnya.
BNPB Verifikasi 51.591 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

Selain berdampak pada sistem pernapasan, asap tebal juga rentan memicu iritasi indra penglihatan dengan gejala seperti mata merah, perih, dan berair. Karena itu, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta mengenakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat.
Kelompok Rentan Diminta Batasi Paparan
Dinkes Kabupaten Bogor memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan di sekitar lokasi kejadian. Bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat penyakit kronis seperti asma, gangguan paru-paru, atau penyakit jantung diminta untuk lebih waspada dan membatasi kontak dengan udara luar, terutama saat arah angin membawa asap tebal menuju permukiman.
Infografis, Barang Wajib Dalam Tas Darurat Kebencanaan

Warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap disarankan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Dinkes Kabupaten Bogor juga menyiagakan layanan kedaruratan medis PSC 119 selama 24 jam untuk menangani kondisi darurat warga.






