Perayaan festival tradisional di Santa Maria Canchesda, wilayah Temascalcingo, Meksiko tengah, berujung petaka setelah rentetan ledakan kembang api menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai setidaknya 60 orang lainnya.
Peristiwa maut tersebut terjadi pada Sabtu di tengah rangkaian ritual adat masyarakat setempat. Rekaman visual yang beredar memperlihatkan warga tengah mengarak patung banteng berbahan jerami yang menyemburkan kembang api ke udara. Percikan api dari arak-arakan itu kemudian menyambar persediaan kembang api yang tersimpan di dalam gereja desa, memicu ledakan susulan yang jauh lebih masif.
Penjualan Mobil Meledak Lagi, Agustus Cetak Rekor 2026-Berkah GIIAS

Kekuatan ledakan dilaporkan merobohkan sejumlah dinding bangunan dan menyulut kobaran api yang menjalar cepat ke area alun-alun kota. Media lokal melaporkan beberapa warga dikhawatirkan sempat terjebak di bawah puing-puing bangunan yang runtuh. Pihak Keuskupan Atlacomulco mengonfirmasi bahwa dua orang imam mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, dengan kondisi yang dipastikan tidak membahayakan nyawa.
7 Petaka Hantam Bumi 1 Bulan Ini, Gempa Hebat-Banjir Bandang-Krakatau

Otoritas hukum dari Kantor Kejaksaan Agung Meksiko telah menerjunkan tim dan membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Insiden ledakan kembang api dengan korban massal tercatat beberapa kali terjadi di Meksiko, termasuk ledakan pabrik kembang api di Tultepec pada Juli 2018 yang menewaskan 24 orang, serta ledakan pasar kembang api di wilayah yang sama pada 2016 yang merenggut 42 korban jiwa.






