Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 98.986 rumah mengalami kerusakan imbas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari total laporan yang masuk, petugas di lapangan terus memperbarui proses validasi data fisik bangunan yang terdampak.
Plt. Pusdatin BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers daring pada Selasa (8/9/2026) menyampaikan bahwa verifikasi telah selesai dilakukan terhadap 51.591 rumah. Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 2.382 unit masuk kategori rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Sebaliknya, 27.756 rumah yang sempat dilaporkan ternyata tidak memenuhi kriteria kerusakan dan dipastikan dalam kondisi baik.
Polresta Sidoarjo Bongkar Sindikat Scamming WNA Tiongkok, Empat Tersangka Ditangkap

Selain permukiman warga, gempa juga merusak 712 fasilitas umum, yang terdiri dari 157 fasilitas kesehatan dan 663 gedung perkantoran di berbagai titik terdampak.
Dampak korban jiwa akibat bencana ini mencapai 135 orang meninggal dunia, dengan rincian 48 orang korban dampak langsung dan 87 orang dampak tidak langsung. Data BNPB turut mencatat 1.763 korban luka-luka serta 70.382 warga yang saat ini masih mengungsi.
Kebakaran Lahan 1,2 Hektare di Batang, Asap Sempat Ganggu Tol Batang-Semarang

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, bantuan logistik sebanyak 2.165 ton dan 12 ton perlengkapan harian warga telah disalurkan. Distribusi bantuan tersebut menjangkau sejumlah daerah, meliputi Ngada, Maumere, Manggarai, Nagekeo, dan Sikka.






