Sejumlah wilayah di Pulau Sumatra menghadapi rentetan bencana hidrometeorologi basah dan kering secara bersamaan. Berdasarkan laporan kejadian bencana yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (8/8) pukul 07.00 WIB, insiden kebakaran lahan hingga banjir menerjang beberapa titik di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara sejak Senin (7/9).
Di Aceh, kebakaran lahan melanda Gampong Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.04 WIB. Api membakar area vegetasi seluas kurang lebih satu hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran ke lokasi dan berhasil memadamkan kobaran api sepenuhnya pada pukul 18.45 WIB. Hingga kini, penyebab pasti pemicu kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Mantan Ketua DPR & Sepupu Presiden Ditangkap, Korupsi Rp 2,1 T

Sementara itu, wilayah Sumatera Utara dilanda bencana banjir di dua kabupaten berbeda. Di Kabupaten Langkat, curah hujan tinggi yang disertai jebolnya tanggul memicu genangan air yang merendam permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.
Pendataan sementara mencatat sebanyak 1.110 kepala keluarga dan 1.110 unit rumah terdampak luapan air dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 120 sentimeter. Mayoritas warga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing. BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan bantuan sembako, dua unit tenda keluarga, serta dua perahu fiber sembari menyiagakan personel di titik-titik rawan.
Kemenkes Kirim 160 Nakes Batch 2 ke NTT Perkuat Psikososial Korban Gempa

Pada hari yang sama, banjir juga menerjang Kepulauan Nias akibat tingginya intensitas hujan. Luapan debit air menggenangi kawasan Hilisimaetano, Kabupaten Nias Selatan, sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah warga terdampak dilaporkan meminta bantuan evakuasi, khususnya untuk menyelamatkan warga yang sempat terjebak genangan banjir di lokasi tersebut.






