Pengembangan potensi kawasan pesisir terus didorong untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat. Melalui penguatan kapasitas kelompok tani dan warga lokal, peluang penghasilan baru kini tumbuh lewat budidaya kepiting soka, pembibitan bibit bakau, hingga pengelolaan ekowisata pesisir yang telah mencakup sekitar 5.037 pemangku kepentingan.
Langkah peningkatan ekonomi masyarakat pesisir tersebut berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan yang didukung oleh BNI melalui program BNI Berbagi. Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, perseroan telah berkontribusi menanam sekitar 258.000 bibit mangrove yang tersebar di sejumlah titik, termasuk Mempawah, Kebumen, Kepulauan Seribu, Banyuwangi, dan Pamekasan.
Keterlibatan warga menjadi pilar utama dalam program ini. Masyarakat setempat dilibatkan secara langsung sejak tahapan pembibitan, penanaman di lapangan, perawatan, hingga pemanfaatan potensi ekonomi ramah lingkungan di sekitar habitat mangrove.
Mitigasi Risiko Lingkungan, Triputra Agro Persada Raih Anugerah Ekonomi Hijau

Rehabilitasi Agroforestri di Teluk Pangpang
Pada tahun 2025, program rehabilitasi kawasan pesisir diperluas ke Teluk Pangpang, Kabupaten Banyuwangi. Di kawasan ini, rehabilitasi ditargetkan mencakup lahan seluas 50 hektare dengan alokasi penanaman sekitar 150.000 bibit mangrove.
Pelaksanaan program di Teluk Pangpang menerapkan pendekatan agroforestri (agroforestry). Model ini memadukan penjagaan fungsi ekologis mangrove dengan kegiatan ekonomi produktif warga pesisir, sehingga perlindungan alam dapat berjalan selaras dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Serap 70% Tenaga Kerja Lokal, Nusantara Halmahera Minerals Dorong Pembangunan Desa

Perlindungan Alami dari Risiko Abrasi
Selain membuka mata pencaharian alternatif seperti budidaya kepiting soka, keberadaan ratusan ribu pohon mangrove ini berfungsi sebagai benteng perlindungan alami pesisir. Sabuk hijau bakau memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari risiko abrasi pantai, ancaman banjir rob, dan efek perubahan iklim global.
Melalui integrasi konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, inisiatif ini diarahkan agar kawasan pesisir yang dipulihkan dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh komunitas lokal.






