Sebanyak 523 pecatur dari 23 provinsi dan sejumlah perwakilan mancanegara bersaing dalam gelaran Japfa Chess Festival 2026 di Jakarta, yang menyelesaikan pertandingan hari ketiga pada Kamis (3/9). Edisi ke-16 turnamen catur bergengsi ini mempertandingkan 14 kategori dengan memperebutkan total hadiah sekitar Rp300 juta.
Selain diikuti atlet dari berbagai penjuru tanah air, turnamen ini juga diramaikan oleh peserta luar negeri asal Jepang, India, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Vietnam. Ajang ini dimanfaatkan sebagai panggung uji tanding sekaligus ruang pembinaan atlet muda.
Vice President-Head of Internal Audit PT Japfa Comfeed Indonesia, Ng Iwan, menyatakan bahwa kejuaraan ini bertujuan memberikan pengalaman bertanding di tingkat nasional bagi para atlet muda. Komitmen pembinaan tersebut dilanjutkan secara konkret melalui pemusatan latihan (training camp) selama satu bulan di Japfa Training Center, Bogor, bagi 10 pecatur yang terpilih dari program Japfa for Kids.
Bali United Patok Target Tiga Poin saat Jamu PSS Sleman

Selama di pemusatan latihan, para pecatur muda tersebut akan ditempa oleh deretan pecatur senior berpengalaman, antara lain Grandmaster (GM) Susanto Megaranto dan International Master (IM) Tirta Chandra Purnama. Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran, turut menegaskan bahwa pembinaan talenta muda menjadi fokus utama kepengurusannya demi regenerasi prestasi catur Indonesia.
Persaingan Ketat di Kategori Open dan Internasional
Persaingan sengit terjadi di berbagai nomor pertandingan. Hingga berakhirnya babak kelima kategori Open, Woman International Master (WIM) Shafira Devi Herfesa berhasil memimpin klasemen sendirian dengan mengemas hasil sempurna 5 poin. Shafira mempertahankan rekor kemenangannya setelah menundukkan IM Azarya Jodi Setyaki di babak kelima.
Tata Cara Mandi Wajib Laki-laki yang Benar Lengkap dengan Niat untuk Bersuci dari Hadas Besar

Pada babak yang sama, IM Arif Abdul Hafiz harus puas bermain imbang saat menghadapi IM Anjas Novita. Menggunakan variasi pembukaan Sicilian Richter-Rauzer, Arif sempat unggul dua pion pada fase permainan tengah. Keikutsertaannya dalam turnamen ini dimanfaatkan langsung untuk menguji kesiapan strategi pembukaan menjelang turun di Olimpiade Catur di Uzbekistan pada September mendatang.
Persaingan ketat juga tersaji pada partai duel internasional babak ketiga. Dua pecatur muda Indonesia berhasil membendung pemain luar negeri dengan hasil remis. IM Satria Duta Cahaya menahan perlawanan IM Khuong Duy Dau dari Vietnam, sedangkan WIM Laysa Latifah berbagi poin saat berhadapan dengan WGM Xeniya Balabayeva asal Kazakhstan.






