Bersuci dari hadas besar menjadi syarat utama bagi seorang Muslim agar dapat kembali menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti salat. Penyucian diri ini dilakukan melalui mandi wajib, yaitu membasuh seluruh permukaan tubuh dengan air yang disertai niat untuk menghilangkan hadas besar.
Kewajiban mandi besar berlaku karena beberapa sebab, di antaranya setelah junub atau hubungan suami istri, keluarnya air mani, maupun kondisi lain seperti selesainya masa haid dan nifas bagi perempuan, serta pengurusan jenazah orang yang meninggal dunia. Terkait keluarnya cairan, Kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi Al Bantani memuat panduan mengenai ciri-ciri air mani serta hukum ketika timbul keraguan antara mani, madzi, dan wadi.
Bacaan Niat Mandi Wajib
Dalam pandangan ulama dan berbagai mazhab, terdapat beberapa rincian teknis mandi wajib, tetapi unsur yang paling mendasar adalah niat menghilangkan hadas besar serta meratakan air ke seluruh anggota badan.
Bacaan niat mandi wajib diucapkan sebagai berikut:
Bali United Patok Target Tiga Poin saat Jamu PSS Sleman

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."
Urutan dan Tata Cara Pelaksanaan
Pelaksanaan mandi wajib dimulai dengan membersihkan kedua tangan terlebih dahulu. Selanjutnya, bersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran atau najis hingga benar-benar bersih sebelum memulai pembasuhan utama.
Hadapi Situasi Darurat, Ini Barang yang Wajib Masuk Tas Siaga Bencana

Setelah membersihkan najis, lakukan wudu sebagaimana wudu untuk salat. Dalam pelaksanaannya, mencuci kaki dapat ditunda hingga tahapan akhir mandi jika kondisi tempat mandi terdapat genangan air.
Langkah berikutnya adalah menyiram kepala hingga air menyentuh kulit kepala dan seluruh helai rambut. Pastikan tidak ada kotoran atau penghalang yang membuat air tidak meresap ke kulit kepala.
Penyiraman kemudian diteruskan ke seluruh badan secara merata, dimulai dari sisi kanan lalu berpindah ke sisi kiri. Seluruh area yang sulit dijangkau, seperti ketiak, pusar, sela-sela jari, serta lipatan tubuh lainnya, harus dipastikan terbasuh air agar mandi wajib sah dan kesucian badan terpenuhi.






