Konsumen kendaraan listrik BYD di Indonesia akan segera menerima unit buatan lokal setelah PT BYD Motor Indonesia resmi menghentikan aktivitas impor mobil secara utuh (completely built up/CBU). Seluruh pengiriman unit baru ke depan bakal dipasok langsung dari pabrik perakitan domestik perusahaan di Subang, Jawa Barat, yang kini telah mulai beroperasi.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa langkah ini diambil sejalan dengan kesiapan fasilitas manufaktur lokal mereka.
"Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk setop karena kita sudah punya pabrik," ujar Luther di sela peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Bagi konsumen yang tengah memesan atau mencari unit tertentu di diler, sisa persediaan model impor yang telah masuk sebelumnya masih akan dijual hingga stoknya habis. Setelah ketersediaan unit CBU di jaringan diler tuntas, seluruh suplai kendaraan BYD murni mengandalkan jalur perakitan dalam negeri.
Lelang Mobil Makin Diminati, AUKSI Tambah Jaringan dan Gelar Promo Harpelnas

Komitmen Insentif dan Kuota Impor
Penghentian impor CBU ini menjadi bagian dari kesepakatan fasilitas insentif pemerintah Indonesia. Sebelumnya, regulasi memberi ruang bagi BYD untuk mengimpor hingga 100.000 unit mobil listrik selama periode dua tahun sebagai masa transisi pengenalan pasar.
Dari total alokasi tersebut, Luther menyebut BYD memanfaatkan sekitar 92.000 unit kuota impor. Sebagai kompensasi atas fasilitas bea masuk dan insentif tersebut, BYD wajib merealisasikan pendirian fasilitas manufaktur di Tanah Air serta memenuhi kuota produksi domestik dengan standar teknis tertentu, termasuk komponen motor listrik dan kapasitas baterai.
BYD menargetkan seluruh kewajiban volume perakitan lokal tersebut dapat terpenuhi dalam kurun waktu dua tahun ke depan, ditopang oleh tren pertumbuhan penjualan unit di pasar domestik.
Aura Motor Retro Modern di Honda ST125 Dax Tampil Melalui Dua Warna Baru

Kapasitas Pabrik dan Nilai Investasi
Kehadiran fasilitas manufaktur di Subang menandai komitmen jangka panjang pabrikan asal Tiongkok tersebut di industri otomotif nasional. Total nilai investasi yang dikucurkan BYD di Indonesia, mencakup pembangunan pabrik hingga fasilitas infrastruktur pendukung, mencapai sekitar Rp16 triliun.
Fasilitas di Subang dirancang memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 150.000 unit kendaraan listrik. Pada tahap operasional awal, realisasi volume perakitan diperkirakan mencapai sekitar 10.000 unit per bulan. Realisasi dan komposisi tipe kendaraan yang dirakit dapat disesuaikan sewaktu-waktu mengikuti permintaan pasar serta varian model yang diproduksi secara lokal.






