Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur berdampak langsung terhadap keselamatan satwa liar yang dilindungi. Sedikitnya 11 orang utan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terpaksa dievakuasi, sementara seekor tenggiling ditemukan mengalami luka bakar serius di Kabupaten Berau.
Evakuasi terhadap 11 orang utan dilakukan dari area sekolah hutan Jejak Pulang yang berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah pengamanan ini diambil demi menghindari paparan api dan asap pekat yang mengancam habitat rehabilitasi satwa tersebut.
Head of Orangutan Care Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, mengonfirmasi bahwa seluruh orang utan yang dievakuasi berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Kendati demikian, satwa-satwa tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda kebosanan setelah menjalani masa karantina sementara selama dua hari di dalam kandang evakuasi.
Kepala BGN, 80% Keracunan MBG gegara Pelanggaran SOP!

Pengelola belum dapat mengembalikan 11 orang utan tersebut ke area sekolah hutan. Pihak Jejak Pulang masih memantau situasi di lapangan guna memastikan ancaman kebakaran telah benar-benar padam dan kondisi lingkungan kembali aman untuk ditempati.
Tenggiling Alami Luka Bakar di Berau
Di lokasi terpisah, dampak karhutla juga melukai seekor tenggiling di Kampung Merasa, Kabupaten Berau. Satwa bersisik tersebut ditemukan petugas pada Rabu (2/9) sekitar pukul 21.00 Wita di tengah upaya pemadaman api.
Pemkot Solo Akan Minta Water Bombing Atasi Kebakaran TPA Putri Cempo

Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, menjelaskan bahwa tenggiling itu ditemukan saat berusaha berlindung di dalam rongga batang kayu yang sedang terbakar. Tim lapangan menemukan satwa tersebut ketika menangani sekitar delapan titik api yang tersebar di wilayah administrasi Kampung Merasa.
Akibat kobaran api, tenggiling tersebut mengalami luka parah pada kedua kaki belakang hingga tulangnya terlihat, serta luka bakar di sebagian area ekor. Saat ini, satwa liar tersebut sedang menjalani penanganan dan perawatan intensif untuk memulihkan kondisi fisiknya.






