Puluhan siswa dari dua madrasah di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual hingga muntah.
Peristiwa ini terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan. Salah seorang wali murid, Narni, menuturkan bahwa pihak sekolah mengabarkan kondisi anaknya sekitar pukul 09.30 WIB akibat mengeluhkan mual dan muntah usai makan.
Berdasarkan data awal di MIM Srebegan, sebanyak 33 orang dilaporkan terdampak insiden tersebut. Penanganan medis segera diberikan di lokasi sekolah serta di Puskesmas terdekat. Sementara itu, pendataan untuk korban terdampak di MIM Cetan masih terus dilakukan.
Eks Menag Yaqut Jelaskan soal Marah-marah di Rapat Usai Ada Pansus Haji

Pemeriksaan Sampel Makanan oleh Dinas Kesehatan
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, menjelaskan bahwa data sementara mencatat gejala serupa baru ditemukan di MIM Cetan dan MIM Srebegan. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut.
Petugas kesehatan telah mengambil seluruh sampel makanan yang dibagikan pada hari kejadian. Komponen menu yang diuji meliputi nasi, ikan dori tepung, sayur wortel dan kacang panjang, serta tahu bumbu saus.
Polisi Ungkap Pria di Bogor Cabuli 2 Anak Tiri, Ini Modusnya

Dugaan Kualitas Bahan Ikan Dori Kemasan
Dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dugaan awal mengarah pada bahan baku ikan dori kemasan yang disajikan. Menu olahan ikan dori tersebut terindikasi terasa basi saat dikonsumsi.
Ketua Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera, Bambang Sridaya, menyampaikan bahwa kendala bukan berasal dari proses memasak, kelalaian petugas, faktor kebersihan, maupun standardisasi pengolahan. Menurut keterangannya, ikan dori yang dibeli dalam kemasan menunjukkan kondisi fisik yang baik pada bagian atas, namun bagian tengahnya telah basi. Kepastian definitif terkait sumber kontaminasi masih menunggu konfirmasi hasil uji laboratorium resmi.






