Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons sorotan publik terkait pengambilan air dari kolam budidaya ikan milik warga untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat udara. Lembaga penanggulangan bencana tersebut memastikan langkah perbaikan koordinasi di lapangan menyusul aksi pemadaman darurat melalui metode penyiraman udara (waterbombing).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pemanfaatan air dari kolam warga terpaksa dilakukan personel satgas demi mempercepat waktu tanggap di lokasi titik api. Menurutnya, percepatan pemadaman menjadi prioritas utama untuk mencegah kobaran api merembet ke area yang lebih luas.
Menindaklanjuti kekhawatiran masyarakat di lapangan, BNPB telah menemui pihak pemilik kolam untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. BNPB juga berkomitmen memperketat rantai komunikasi dan koordinasi dengan warga setempat sebelum memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran pada operasi-operasi mendatang.
Posting Cara Buat Molotov, Pemilik Akun 'Pemukiman Setan' Ditangkap

Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Prioritas
Selain mengevaluasi prosedur pemanfaatan sumber daya di lapangan, BNPB terus menggencarkan pemadaman udara di berbagai wilayah terdampak. Hingga kini, tercatat sebanyak 3,2 juta liter air telah dijatuhkan melalui armada waterbombing di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Upaya pemadaman api di darat dan udara juga dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB menyebarkan sebanyak 3.800 kilogram garam di wilayah Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat berdasarkan data analisis bibit awan hujan yang dipetakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Di Provinsi Riau, operasi penyemaian awan berlangsung selama 4 jam 21 menit dengan menaburkan 2.000 kilogram garam dalam dua sorti penerbangan. Intervensi cuaca ini berhasil memicu potensi hujan berintensitas ringan di sejumlah titik rawan karhutla, meliputi wilayah Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kota Pekanbaru, hingga Indragiri Hulu.
Hari Keempat, Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Masih Belum Padam

Sementara itu, pelaksanaan OMC di Jambi dijalankan melalui 21 sorti penerbangan dengan total durasi 2 jam 20 menit. Operasi tersebut mendatangkan curah hujan ringan di sejumlah area terdampak karhutla, termasuk Kabupaten Singkut dan Muaro Jambi.
BNPB memastikan kesiapan tim operasi modifikasi cuaca untuk langsung bergerak menyemai garam di provinsi rawan karhutla lainnya begitu BMKG mengidentifikasi keberadaan potensi bibit awan hujan di wilayah tersebut.






