Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Berita Utama

BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Kanal Resminya

Rimba NainggolanDiterbitkan 3 Agu 2026 - 09.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPJS Kesehatan Tegaskan Bot Telegram EDABU Bukan Kanal Resminya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

BPJS Kesehatan secara resmi menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya isu mengenai penjualan data pribadi melalui sebuah kanal di aplikasi pesan singkat Telegram. Pihak lembaga menegaskan bahwa kanal Telegram yang menggunakan nama "EDABU BPJS BOT" tersebut sama sekali bukan merupakan kanal resmi milik mereka. Penegasan ini diterbitkan sebagai respons langsung untuk menanggapi maraknya isu penjualan data pribadi melalui kanal tersebut. Dalam pernyataannya, lembaga penyelenggara jaminan sosial kesehatan tersebut memastikan bahwa kanal Telegram itu tidak dibuat, tidak dimiliki, dan juga tidak dikelola oleh pihak BPJS Kesehatan.

Pernyataan tertulis mengenai penegasan status kanal Telegram tersebut dipublikasikan langsung oleh pihak BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi mereka, yakni @bpjskesehatan_ri, pada hari Minggu (2/8). Langkah klarifikasi ini disampaikan secara terbuka untuk meluruskan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat. Hingga Minggu (2/8) sore hari, unggahan klarifikasi resmi di akun Instagram BPJS Kesehatan tersebut tercatat telah mendapatkan respons berupa lebih dari 1.500 tanda suka. Selain itu, unggahan pernyataan resmi tersebut juga telah dibagikan ulang sebanyak 278 kali oleh para pengguna platform media sosial tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Menanggapi substansi informasi yang diperjualbelikan di dalam kanal tersebut, BPJS Kesehatan secara tegas memastikan bahwa seluruh data yang disebar maupun dijual melalui kanal Telegram "EDABU BPJS BOT" itu bukan berasal dari sistem internal mereka. Pihak lembaga memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa informasi dari data yang beredar di platform Telegram tersebut sangat berbeda dengan sistem data internal yang selama ini dimiliki dan dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 Persen

Transmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 Persen

Pada tampilan antarmuka bot Telegram tersebut, pengelola menampilkan sejumlah menu penelusuran data yang secara khusus ditawarkan kepada para penggunanya. Akses untuk melakukan penelusuran berbagai data pada bot tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan ditawarkan dengan menggunakan sistem satuan token berbayar. Untuk memfasilitasi kelancaran transaksi tersebut, antarmuka bot Telegram itu juga secara langsung menyediakan sebuah tombol khusus yang diperuntukkan bagi transaksi pembelian token.

Layanan penelusuran data berbayar yang terdapat pada bot Telegram tersebut mencakup beragam kategori informasi. Beberapa menu opsi penelusuran data yang terlihat ditawarkan di dalam antarmuka bot tersebut meliputi pencarian nomor induk kependudukan (NIK) serta pencarian rincian kartu keluarga (KK). Selain itu, bot Telegram tersebut juga menyediakan pilihan menu penelusuran terhadap data siswa, data perusahaan, hingga informasi yang berkaitan dengan data gaji.

Baca Juga

Rupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Rupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Seiring dengan penegasan dan bantahan yang telah disampaikan, BPJS Kesehatan turut mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mencatut nama lembaga, masyarakat juga diminta untuk selalu mewaspadai adanya tindakan pelanggaran hukum yang berkaitan erat dengan aktivitas penyebaran data pribadi.

Untuk memastikan keamanan dan keabsahan informasi, BPJS Kesehatan meminta masyarakat agar hanya memanfaatkan saluran resmi yang telah disediakan dan dikelola secara langsung oleh lembaga. Pihak instansi menegaskan bahwa untuk berbagai keperluan pengecekan kepesertaan maupun pengaksesan layanan lainnya, masyarakat hanya diperbolehkan mengakses tiga kanal resmi. Ketiga saluran resmi tersebut meliputi aplikasi Mobile JKN, layanan pesan WhatsApp PANDAWA yang dapat dihubungi di nomor 08118165165, serta saluran telepon Care Center 165.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPJS KesehatanEDABU BPJS BOTTelegramData PribadiMobile JKNPANDAWA

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap