Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengamanan dan langkah antisipasi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi cuaca kering ekstrem selama musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, sekaligus mencegah terulangnya insiden kebakaran besar yang pernah melanda kawasan pembuangan sampah tersebut pada 2023.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Arief Perdana, menyatakan bahwa strategi pencegahan risiko kebakaran dibagi menjadi dua jalur utama, yakni penanganan internal dan eksternal.
Langkah Fisik dan Pengawasan Internal
Pada jalur internal, pengelola menerapkan intervensi fisik berupa penghentian praktik open dumping di zona 5 sejak bulan lalu. Progres penutupan timbunan sampah dengan lapisan tanah di zona tersebut kini telah mencapai 40 persen untuk menekan potensi titik api.
Infografis, Barang Wajib Dalam Tas Darurat Kebencanaan

Selain pelapisan tanah, instalasi jaringan hidran telah dibangun pada titik-titik kritis di area TPA. Pemasangan sistem pemadam ini dirancang agar penanganan awal dapat langsung dilakukan secara cepat apabila muncul percikan api.
Aspek non-fisik juga diperketat melalui sosialisasi dan pengawasan intensif terhadap berbagai pihak yang beraktivitas di lokasi, mulai dari pemulung, warga sekitar, hingga pengemudi truk pengangkut sampah. Semua pihak dilarang keras melakukan aktivitas pemicu kebakaran di zona rentan, termasuk larangan merokok di area penumpukan sampah.
Hampir Dua Pekan Belajar di Teras, Siswa SMPN 1 Pacar masih Dibayangi Trauma Gempa

Koordinasi Lintas Sektor dan Pelatihan Khusus
Untuk penguatan di luar area TPA, DLH Jawa Barat menjalin koordinasi lintas instansi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi ini turut dilengkapi pembekalan teknis bagi petugas di lapangan melalui bantuan pelatihan pemadaman dan penanganan kebakaran dari Pertamina.






