Kepanikan melanda warga di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari. Suara dentuman berulang disertai getaran imbas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari memicu kekhawatiran masyarakat di kawasan pesisir tersebut.
Salah seorang warga Carita, Mohd Rizqi Baidullah yang akrab disapa Bang Baid, menceritakan bahwa suara asing tersebut pertama kali terdengar sekitar pukul 02.00 WIB. Pada saat itu, sang istri membangunkannya karena mendengar suara dari arah jendela rumah yang menyerupai ketukan seseorang. Bersamaan dengan suara tersebut, kain hordeng di rumah mereka juga tampak bergoyang.
Suara dan getaran kembali terdengar lebih jelas sekitar pukul 05.00 WIB saat Baid dan keluarganya terbangun. Pada waktu tersebut, getaran pada kaca jendela terlihat semakin kuat. Getaran tersebut terus dirasakan warga hingga sekitar pukul 06.00 WIB. Baid menjelaskan bahwa kondisi itu tidak seperti guncangan gempa bumi karena permukaan tanah tidak terasa bergoyang.
Abraham Samad, Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi

Ketiadaan informasi resmi dari pemerintah yang dirilis melalui media sosial pada pagi hari membuat warga dilanda kepanikan dan memutuskan untuk keluar dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB. Kecemasan masyarakat semakin meningkat lantaran warga setempat memiliki trauma mendalam terhadap peristiwa tsunami Selat Sunda yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Rasa waswas tersebut mendorong sebagian warga untuk mengungsi sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Sejumlah orang tua juga memilih untuk tidak memberangkatkan anak-anak mereka ke sekolah guna mengantisipasi hal-hal yang membahayakan keselamatan.
Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul Bekali Pelaku Usaha agar Jamu Makin Dikenal

Getaran disertai suara dentuman yang sesekali terdengar lebih keras masih dirasakan hingga sekitar pukul 09.00 WIB sebelum akhirnya berangsur mengecil. Menurut penuturan Baid, situasi di lingkungan pemukiman warga Carita baru mulai terasa lebih tenang sekitar pukul 11.00 WIB seiring dengan meredanya getaran.






