Pengiriman sarang burung walet asal Indonesia ke pasar China mencatatkan nilai transaksi sebesar US$ 172,15 juta atau sekitar Rp 3 triliun (dengan acuan kurs Rp 17.705) sepanjang semester I 2026. Angka tersebut menegaskan kembali posisi Negeri Tirai Bambu sebagai destinasi ekspor utama bagi komoditas tersebut.
Berdasarkan data statistik terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), volume pengiriman sarang burung walet Indonesia ke China pada tahun 2026 telah mencapai 186,8 ton. China tercatat sebagai pasar penyerap terbesar dengan andil mencapai 80% dari total ekspor sarang burung walet nasional, meskipun nilai ekspor ke negara tersebut tercatat mengalami penurunan sekitar 4% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.
Penguatan Kerja Sama dan Akses Pasar
Untuk menjaga serta memperkuat hubungan perdagangan komoditas ini, berbagai inisiatif terus dijalankan oleh pihak regulator dan asosiasi. Salah satunya adalah penyelenggaraan Forum Tingkat Tinggi Perdagangan Sarang Burung China-Indonesia (China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit Forum) pada April lalu, yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan RI bekerja sama dengan China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA).
OJK Jelaskan Aturan di Balik Pemblokiran Sementara Rekening Warga Pati

Selain itu, dukungan terhadap pengiriman sarang walet ke pasar global terus bergulir di tingkat daerah. Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Jumat (21/8) secara resmi melepas ekspor sarang burung walet yang berasal dari Provinsi Banten dengan nilai transaksi mencapai Rp 38,7 miliar.
Penetrasi Pasar Asia dan Amerika Serikat
Di luar pasar utama China daratan, Indonesia juga mengekspor sarang burung walet ke beberapa negara dan wilayah administratif lain selama paruh pertama tahun berjalan. Pengiriman ke Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong tercatat mencapai nilai US$ 15,7 juta.
Alasan di Balik Langkah Besar Singapura Manjakan Warganya yang Berkeluarga

Pasar berikutnya di kawasan regional adalah Singapura dengan perolehan nilai perdagangan mencapai US$ 10 juta. Di samping negara-negara di kawasan Asia, komoditas sarang burung walet asal Indonesia juga berhasil menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat.






