JAKARTA — Perekonomian global diperkirakan sedang memasuki siklus belanja modal baru yang didorong oleh dua sektor utama, yaitu pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan energi. Chief Investment Officer DBS, Hou Wey Fook, mengungkapkan bahwa tren ini membuka berbagai peluang investasi baru di pasar keuangan.
Lonjakan investasi pada sektor AI terlihat signifikan. Pertumbuhan pendapatan di Amerika Serikat (AS) melonjak 26% pada kuartal lalu, dipimpin oleh perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan AI. Kenaikan ini mengakibatkan penurunan posisi price-to-earnings ratio (PER) sebesar 13% menjadi 22x. Dominasi sektor teknologi ini juga tercermin dari 10 saham AI teratas yang menyumbang sekitar 78% dari total kenaikan indeks. Adapun tren belanja modal terkait AI diproyeksikan akan terus berlanjut dengan nilai mencapai sekitar US$ 1 triliun per tahun selama beberapa tahun ke depan.








