Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berfungsi sebagai pemeringkatan posisi relatif kesejahteraan, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi ataupun nominal pendapatan keluarga. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil bukan ukuran absolut kemiskinan dan tidak mencerminkan total nilai kekayaan secara langsung.
Memahami kedudukan desil memerlukan pembacaan indikator secara menyeluruh. Berikut adalah langkah dan panduan untuk mengenali cara kerja penetapan desil serta fungsinya dalam kebijakan publik.
Mengetahui Makna Angka Desil dalam Pemeringkatan Relatif
Langkah pertama dalam memahami status ekonomi berbasis data DTSEN adalah mengenali sistem pembagian kelompok kesejahteraan.
Grand Final PORSENI 2026 Asah Daya Juang Karyawan PNM

- Kenali Posisi Kelompok: Seluruh populasi keluarga dibagi ke dalam 10 kelompok tingkat kesejahteraan relatif. Sebagai contoh, keluarga yang berada pada desil 3 menempati kelompok ketiga dari sepuluh kelompok pemeringkatan tersebut.
- Pahami Sifat Relatif: Keluarga yang berada di dalam desil yang sama tidak serta-merta memiliki nominal pendapatan, pola pengeluaran, atau kondisi sosial ekonomi yang persis sama. Kedudukan ini mencerminkan peringkat komparatif terhadap kelompok masyarakat lainnya, bukan besaran rupiah tertentu.
Menilai Variabel Penentu Melalui Metode Proxy Means Test (PMT)
Penetapan desil keluarga tidak diukur hanya dari satu aspek tunggal, seperti jenis pekerjaan, daya listrik, atau kepemilikan satu barang tertentu. Penilaian tingkat kesejahteraan diestimasi menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) yang diakui secara internasional, terutama saat data pendapatan atau konsumsi riil sulit diverifikasi secara penuh.
Evaluasi kesejahteraan dilakukan dengan mengombinasikan berbagai karakteristik yang dapat diamati secara bersamaan, meliputi:
Langkah Memitigasi Risiko Karhutla, Menakar Biaya Pencegahan terhadap Kerugian Ekonomi

- Kondisi Tempat Tinggal: Kondisi fisik perumahan serta akses terhadap sumber air minum.
- Konsumsi Energi: Bahan bakar atau energi yang dipakai untuk memasak, serta daya dan pemakaian listrik rumah tangga.
- Aset Rumah Tangga: Kepemilikan berbagai jenis aset keluarga.
- Karakteristik Demografi: Komposisi anggota keluarga, jenjang pendidikan, pekerjaan, riwayat kesehatan, dan kondisi disabilitas.
Menggunakan Informasi Desil Sesuai Konteks Program Pemerintah
Untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan fungsi desil terhadap program bantuan, perhatikan batasan penggunaannya berikut:
- Gunakan sebagai Alat Prioritas Kebijakan: Kementerian dan lembaga pemerintah memanfaatkan data desil sebagai rujukan awal dalam menentukan sasaran atau prioritas program sesuai kriteria masing-masing.
- Bedakan Desil dari Daftar Penerima: Angka desil bukan merupakan daftar resmi penerima suatu program bantuan. Keputusan penerimaan bantuan tetap bergantung pada regulasi, syarat khusus, dan konteks dari program kementerian terkait.
Mengantisipasi Perubahan Posisi Desil dan Pemutakhiran Data
Posisi desil bersifat dinamis dan dapat bergeser mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga serta pergeseran posisi keluarga lain di dalam populasi.
- Perubahan Tunggal Tidak Otomatis Mengubah Desil: Penyesuaian pada satu indikator鈥攎isalnya perubahan daya listrik atau kepemilikan barang baru鈥攖idak secara otomatis langsung menggeser posisi desil karena penilaian PMT mengolah banyak variabel secara gabungan.
- Pentingnya Pemutakhiran Data: Relevansi dan ketepatan data DTSEN dijaga melalui proses pemutakhiran data secara berkelanjutan agar tetap menggambarkan kondisi riil masyarakat.






