Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian di Jakarta pada Ahad, 23 Agustus 2026, memandang bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah perkembangan El Nino dapat menimbulkan dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar nilai hutan atau lahan yang terbakar. Kerusakan akibat bencana memiliki efek berganda (multiplier effect) yang kerap tidak terlihat secara langsung pada hari pertama kejadian.
Bencana karhutla yang meluas tidak hanya menghanguskan area fisik, melainkan memicu rentetan gangguan yang berujung pada pelemahan kegiatan ekonomi serta daya hidup masyarakat. Oleh sebab itu, pemahaman menyeluruh terhadap tahapan penyebaran dampak dan tata kelola anggaran mitigasi menjadi kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi.
Memetakan Rantai Efek Berganda Akibat Karhutla
Identifikasi terhadap dampak karhutla perlu dilakukan secara sistematis guna memahami seberapa jauh gangguan menyebar ke berbagai sektor penopang aktivitas masyarakat. Rantai dampak tersebut mencakup beberapa aspek utama:
1. Mengidentifikasi lonjakan biaya kesehatan dan penurunan produktivitas kerja Kabut asap pekat yang ditimbulkan karhutla dapat meningkatkan kasus gangguan pernapasan di kalangan warga. Kondisi udara yang memburuk secara langsung memicu kenaikan biaya kesehatan masyarakat, mengganggu agenda kegiatan belajar di sekolah, serta menurunkan produktivitas tenaga kerja.
Grand Final PORSENI 2026 Asah Daya Juang Karyawan PNM

1. Menghitung dampak gangguan transportasi dan kelancaran distribusi logistik Penyebaran kabut asap berpotensi melumpuhkan mobilitas publik dan jalur perhubungan. Gangguan dapat menjalar ke sektor penerbangan dan transportasi umum, yang pada gilirannya menghambat distribusi barang kebutuhan pokok, mengganggu perdagangan lokal, serta melumpuhkan aktivitas harian masyarakat.
1. Mengantisipasi tekanan pasokan pangan dan penurunan pendapatan sektor pertanian Pada wilayah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian, cuaca kering yang berkepanjangan akibat El Nino berisiko mengganggu ketersediaan cadangan air dan menurunkan volume produksi pangan. Apabila gangguan berlangsung lama, situasi tersebut memicu tekanan pada harga pangan sekaligus memangkas pendapatan masyarakat.
Memahami Karakteristik dan Pengelolaan Anggaran Pencegahan Bencana
Pencegahan bencana pada hakikatnya merupakan bagian integral dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat. Pengelolaan anggaran untuk mitigasi karhutla memerlukan pendekatan khusus mengingat sifatnya yang berbeda dari pos anggaran operasional biasa:
1. Mengukur efektivitas anggaran dari ketiadaan insiden Salah satu karakter unik dari alokasi anggaran kebencanaan adalah indikator keberhasilannya yang kerap terlihat justru ketika suatu peristiwa buruk berhasil dicegah dan tidak terjadi.
Desil DTSEN BPS Bukan Ukuran Tunggal Kemiskinan, Langkah Memahami Posisi Kesejahteraan Keluarga

1. Mengakui nilai nyata dari kerugian yang berhasil dihindarkan Kerugian atau potensi kerusakan ekonomi yang berhasil dicegah berkat kesiapsiagaan mitigasi memang jarang tercatat secara eksplisit dalam laporan statistik ekonomi formal. Kendati demikian, penyelamatan aktivitas warga dan stabilitas pasar dari dampak bencana memiliki nilai ekonomi riil yang sangat besar bagi masyarakat.
Mengimplementasikan Logika Ekonomi dalam Upaya Mitigasi
Penerapan prinsip bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati tidak hanya berlandaskan pertimbangan sosial atau kesehatan masyarakat, melainkan memiliki dasar logika ekonomi yang sangat kuat.
Alokasi biaya yang disalurkan untuk upaya pencegahan karhutla sejak dini jauh lebih kecil nilainya jika dibandingkan dengan akumulasi kerugian ekonomi yang harus ditanggung ketika bencana telah meluas dan melumpuhkan berbagai sendi kehidupan.






