Pasar keuangan domestik merespons seketika usai beredarnya pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia pada pagi hari. Posisi puncak di bank sentral tersebut tidak dibiarkan kosong, di mana Destry Damayanti langsung ditunjuk untuk mengambil alih tugas sebagai pengganti sementara. Pergantian kepemimpinan ini menjadi sorotan utama yang memicu pergerakan langsung pada berbagai instrumen pasar keuangan. Respons pasar yang cepat tersebut mencerminkan betapa krusialnya posisi kepemimpinan di Bank Indonesia terhadap arah pergerakan ekonomi, terutama bagi nilai tukar mata uang dan pasar saham pada hari perdagangan tersebut.
Di tengah dinamika pasar yang langsung bereaksi terhadap mundurnya Perry Warjiyo, Destry Damayanti melakukan langkah cepat dengan mendatangi Istana Kepresidenan yang berlokasi di Jakarta Pusat. Pada hari Senin, 27 Juli 2026, ia hadir untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto. Saat tiba di lokasi, Destry menyempatkan diri untuk memberikan pernyataan singkat kepada publik guna merespons gejolak yang tengah terjadi. Ia menegaskan bahwa institusinya tidak akan mengubah fokus utamanya dalam waktu dekat. "Ya, pokoknya BI tetap menjaga stabilitas keuangan, nilai tukar tetap prioritas kita juga," ucap Destry memberikan kepastian mengenai arah kebijakan bank sentral.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mengenai kemungkinan adanya langkah intervensi pasar oleh Bank Indonesia di bawah kendali sementaranya. Destry memastikan bahwa pihak bank sentral akan tetap menjalankan upaya penguatan nilai tukar, sama persis dengan strategi yang telah diimplementasikan pada masa kepemimpinan sebelumnya. Ia tidak memberikan sinyal adanya perubahan taktik dalam menghadapi tekanan pasar. "Ya pokoknya kita melakukan terus sama seperti yang kita lakukan sebelumnya," jelasnya, menepis spekulasi mengenai perubahan pendekatan dalam menjaga stabilitas moneter.
34 Tahun Eksis, Ini Jurus Chandra Asri Group Bangun Industri Petrokimia

Dampak dari pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo pada pagi hari tersebut paling terlihat jelas pada pergerakan nilai tukar mata uang. Dolar Amerika Serikat langsung menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah sejak pembukaan perdagangan. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau bertengger di level Rp 17.900-an pada pagi hari. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terpantau pada pukul 09.30 WIB, di mana posisinya berada pada level Rp 17.966. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 3 poin atau setara dengan 0,02 persen.
Tekanan akibat transisi kepemimpinan di Bank Indonesia ini tidak hanya berhenti pada pasar valuta asing, melainkan turut merambat ke pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali hari perdagangan dengan langkah yang berat, langsung dibuka dan terperosok ke zona merah. Indeks saham domestik tersebut mengalami penurunan hingga menyentuh level 6.100-an pada awal sesi. Data dari RTI merinci lebih lanjut bahwa tepat pada pukul 09.01 WIB, posisi IHSG berada di level 6.174,84. Posisi tersebut merepresentasikan penurunan sebesar 0,35 persen atau merosot sebanyak 21,58 poin sesaat setelah bel pembukaan berbunyi.
Summarecon Buka Suara Soal Nasib HGB yang Bikin Bosnya Diciduk KPK

Sepanjang hari perdagangan, pergerakan pasar saham terus dibayangi oleh sentimen pengunduran diri tersebut. Meskipun IHSG sempat menunjukkan upaya perlawanan dengan menguat beberapa kali di pertengahan sesi, indeks tidak mampu sepenuhnya membalikkan keadaan. IHSG menghabiskan hari perdagangannya di zona merah. Pada saat sesi penutupan perdagangan, IHSG akhirnya memarkirkan posisinya di level 6.185,78. Angka penutupan ini menandai pelemahan akhir sebesar 0,17 persen atau mengalami penyusutan sebanyak 10,6 poin untuk hari perdagangan tersebut.






