Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan pada Kamis (10/9/2026). Dalam persidangan tersebut, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo hadir sebagai saksi dan membantah tudingan mengenai keterlibatannya dalam lobi politik terkait alokasi kuota haji tambahan saat mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Arab Saudi pada Oktober 2023.
Di hadapan majelis hakim, Dito menegaskan bahwa kehadirannya dalam rombongan kepresidenan ke Arab Saudi tidak berkaitan dengan intervensi pembagian 20.000 kuota haji tambahan yang didapatkan Indonesia.
Klarifikasi Komunikasi dengan Mertua
Kesaksian Dito sekaligus menjawab sorotan perihal relasi keluarganya dengan Fuad Hasan Masyhur, pendiri biro perjalanan haji dan umrah PT Makassar Toraja (Maktour) yang juga menjabat Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU). Dito menepis kabar bahwa sang mertua menitipkan pesan atau melobi dirinya sebelum pertemuan bilateral pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.
Kasus Lomba Tari Piala Gubernur Jateng, Dosen Semarang Ditahan

Menurut Dito, Fuad memang sempat menghubunginya melalui telepon untuk menanyakan perihal kuota haji tambahan. Namun, percakapan tersebut terjadi setelah pidato Presiden Joko Widodo yang mengumumkan perolehan kuota tambahan tayang secara terbuka di kanal YouTube Sekretariat Negara.
Saat menerima konfirmasi tersebut, Dito mengaku langsung mengarahkan Fuad untuk membicarakan urusan teknis kepada Menteri Agama yang saat itu menjabat, Yaqut Cholil Qoumas. Dito juga memandang langkah Fuad yang kemudian beraudiensi secara resmi dengan pihak Kementerian Agama sebagai hal wajar dalam kapasitasnya mewakili asosiasi penyelenggara haji, bukan bentuk lobi informal.
Warga Bisa Jajal Naik LRT Kelapa Gading-Manggarai, Ini Jadwalnya

Latar Belakang Pemanggilan di Persidangan
Keterkaitan nama Dito dalam perkara ini mengemuka setelah disinggung oleh penasihat hukum terdakwa Yaqut Cholil Qoumas, Mellissa Anggraini, pada persidangan Kamis (3/9/2026). Mellissa saat itu mengangkat relasi kekeluargaan antara Dito dan bos Maktour guna mendalami kemungkinan adanya benturan kepentingan.
Sorotan terhadap rombongan lawatan ke Arab Saudi tersebut juga sempat dikonfirmasi oleh mantan pejabat Kementerian Agama, Jaja Jaelani. Dalam kesaksiannya pekan lalu, Jaja membenarkan bahwa Yaqut tidak masuk dalam daftar delegasi kepresidenan saat kunjungan ke Arab Saudi pada Oktober 2023, sementara Dito tercatat hadir mendampingi Presiden Joko Widodo.






