Dua balita yang menjadi korban kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius. Kedua korban teridentifikasi bernama Nail Alkhalifi Utama yang berusia 6 bulan dan sang kakak, Arkana Mumtaz Utama, yang berusia 4 tahun.
Nail dilaporkan meninggal dunia terlebih dahulu pada Kamis (27/8) malam, sedangkan Arkana menyusul mengembuskan napas terakhir pada Minggu (30/8) dini hari saat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Jenazah kedua kakak beradik tersebut telah dimakamkan secara berdampingan di TPU Someru鈥揔edung Winong, Kota Semarang. Kepala Polsek Banyumanik Polrestabes Semarang Kompol Hengky Prasetyo mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal akibat luka bakar parah yang mengenai hampir seluruh tubuh mereka.
Bahlil, Anggaran Operasional ESDM 12 Persen dari Pagu 2027

Peristiwa kebakaran yang berlangsung pada Kamis (27/8) itu menimbulkan total tiga korban. Selain kedua balita, seorang asisten rumah tangga perempuan berusia 50 tahun mengalami luka bakar berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, insiden bermula saat terdengar suara ledakan dari dalam rumah yang ketika itu berada dalam kondisi terkunci. Kobaran api diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji yang langsung menyambar kompor yang sedang menyala di dalam rumah.
Generasi Muda Indonesia Tampil Memukau dalam Perayaan HUT 81 RI di KBRI Ottawa

Ketiga korban sempat terjebak di dalam bangunan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas dan dilarikan ke rumah sakit. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono menyebutkan pihaknya menerjunkan 28 personel serta 5 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Upaya pemadaman sempat menghadapi hambatan teknis lantaran akses jalan menuju titik api tergolong sempit.






