Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Dua Strategi Tangani Abu Anak Krakatau

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Sep 2026 - 04.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dua Strategi Tangani Abu Anak Krakatau
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Sebaran debu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, ditargetkan mereda dalam satu hingga dua hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengerahkan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat penurunan konsentrasi partikel debu di atmosfer.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa operasi penanganan ini mengandalkan dua metode utama yang penerapannya disesuaikan langsung dengan kondisi pertumbuhan awan di udara.

Penyesuaian Berdasarkan Kondisi Awan

Strategi pertama diterapkan ketika kondisi atmosfer belum memiliki tutupan awan yang memadai. Pada kondisi ini, pesawat menyemprotkan cairan khusus berupa air yang telah dicampur dengan surfaktan langsung ke udara. Kandungan surfaktan tersebut berfungsi sebagai zat pengikat partikel debu vulkanik sehingga butiran abu menjadi lebih berat dan lebih cepat jatuh ke permukaan bumi.

Baca Juga

Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan Terakhir

Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan Terakhir

Strategi kedua dijalankan apabila awan sudah mulai tumbuh di atmosfer. Tim modifikasi cuaca akan menebarkan bahan semai awan yang dicampur air guna mengaktifkan proses pembentukan awan hujan. Hujan yang terpicu dari penyemaian ini nantinya meluruhkan dan membersihkan debu vulkanik yang melayang di udara.

Menurut Seto, keberhasilan target pembersihan debu vulkanik dalam kurun waktu satu hingga dua hari tersebut sangat bergantung pada aktivitas vulkanik di lapangan. Hasil optimal dapat tercapai selama tidak ada letusan baru yang kembali menyemburkan material abu dari Gunung Anak Krakatau.

Posko Operasi dan Pengaruh Kemarau

Pelaksanaan penerbangan modifikasi cuaca tidak dipusatkan di Jakarta, melainkan dikendalikan melalui dua posko operasional di Semarang dan Kertajati. Operasi udara tersebut didukung oleh armada pesawat yang didatangkan khusus dari Kalimantan.

Baca Juga

Bandara Soetta Masih Tutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, Bus Gratis Jadi Pilihan

Bandara Soetta Masih Tutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, Bus Gratis Jadi Pilihan

Penanganan polusi debu vulkanik ini berlangsung bersamaan dengan kondisi kekeringan akibat kemarau panjang yang diperparah fenomena El Ni帽o. BMKG mencatat El Ni帽o saat ini masih berada pada fase yang sangat kuat.

Fase terberat dari kekeringan tersebut diproyeksikan berlangsung hingga akhir September. Eskalasi kekeringan diperkirakan mulai melemah secara bertahap memasuki bulan Oktober, seiring datangnya musim hujan, sebelum musim kemarau secara umum berakhir pada November mendatang.

Sumber: Liputan6

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGModifikasi Cuaca

Berita Terbaru Lainnya

Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan TerakhirIndeks Inklusi Keuangan 93,61, Literasi Digital Jadi Bekal Generasi MudaBandara Soetta Masih Tutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, Bus Gratis Jadi PilihanAbu Anak Krakatau Sampai Depok, Masker Diburu hingga Stok MenipisKejagung Ambil Alih Kasus Pemanfaatan Hutan di Lampung, 47 Saksi DiperiksaKPK Ungkap Dugaan Peran Istri Bupati Pemalang di Kasus PemerasanDuo BPJS Bersinergi Awasi Kepatuhan Pemberi Kerja terhadap Program Jaminan SosialGolkar Nilai AHY Beri Sinyal Siap Maju Pilpres 2029

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap