Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Pakar Sarankan Strategi Investasi Bertahap

Yolanda TobanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 01.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Pakar Sarankan Strategi Investasi Bertahap
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026. Angka ini mencerminkan kondisi perekonomian domestik yang masih tangguh di tengah berbagai dinamika global. Kendati demikian, laju pertumbuhan ini tidak serta-merta menjadi lampu hijau bagi masyarakat untuk langsung agresif menempatkan dana mereka pada instrumen investasi berisiko tinggi. Para perencana keuangan mengingatkan pentingnya sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan finansial yang besar.

Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru meningkatkan porsi investasi pada aset-aset yang memiliki profil risiko tinggi hanya karena tergiur oleh data pertumbuhan ekonomi tersebut. Menurutnya, langkah terbaik saat ini adalah melakukan pendekatan 'wait and see' atau menunggu dan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu guna mengamati stabilitas pasar dalam beberapa waktu ke depan. Bagi investor yang ingin tetap memutar dananya, Andi mengidentifikasi Surat Berharga Negara (SBN) ritel, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel, sebagai pilihan instrumen yang paling menarik hingga akhir tahun ini.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Baca Juga

Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba Besar

Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba Besar

Daya tarik utama dari SBN ritel ini terletak pada tingkat imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan dengan deposito perbankan biasa. Selain itu, instrumen ini memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada saham karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin langsung oleh pemerintah. Masyarakat pun dapat mulai berinvestasi pada ORI maupun Sukuk Ritel dengan modal yang relatif terjangkau, yaitu mulai dari sekitar Rp1 juta. Bagi investor yang cenderung berhati-hati, Andi menyarankan pembagian alokasi dana, misalnya dengan menempatkan 50 persen pada obligasi pemerintah dan 50 persen sisanya pada reksadana pendapatan tetap atau reksadana saham. Pilihan komposisi alternatif lainnya adalah menaruh 75 persen dana di obligasi dan 25 persen pada instrumen keuangan lainnya.

Senada dengan pandangan tersebut, Dandy selaku perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen memang patut diapresiasi. Namun, pencapaian tersebut belum cukup kuat untuk dijadikan landasan bagi investor untuk langsung menaruh seluruh modalnya atau 'all in' di pasar keuangan. Dandy menekankan beberapa faktor eksternal dan internal yang masih harus terus dipantau secara saksama. Beberapa di antaranya meliputi tingkat kepercayaan investor terhadap kinerja pemerintah, pergerakan nilai tukar rupiah yang fluktuatif, serta kondisi geopolitik global yang dinamis.

Baca Juga

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Gurita Bisnis Alfamart dari Warung Kelontong

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Gurita Bisnis Alfamart dari Warung Kelontong

Sebagai langkah antisipasi, Dandy merekomendasikan metode pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging daripada langsung berinvestasi dalam jumlah besar sekaligus. Metode ini dinilai efektif untuk melihat apakah tren pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus konsisten hingga akhir tahun. Di sisi lain, ia melihat peluang menarik mulai muncul di pasar saham karena valuasi sejumlah emiten saat ini sudah tergolong murah, ditambah dengan pergerakan teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai memperlihatkan sinyal penguatan. Investor disarankan untuk memprioritaskan saham-saham yang memiliki fundamental kokoh serta prospek bisnis cerah, seperti saham yang masuk dalam indeks LQ45. Selain saham, obligasi pemerintah juga dinilai prospektif karena berpotensi memberikan keuntungan ganda (double gains) dari kupon rutin dan potensi capital gain apabila suku bunga mulai mengalami penurunan. Sementara bagi investor yang menginginkan keamanan lebih, reksadana pasar uang menjadi pilihan yang sangat disarankan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasiEkonomi IndonesiaSBN Ritelsaham lq45reksadana

Berita Terbaru Lainnya

Harga Minyak Melonjak Imbas Perang AS-Iran, ExxonMobil dan Chevron Raup Laba BesarPerjalanan Djoko Susanto Membangun Gurita Bisnis Alfamart dari Warung KelontongBank Jatim dan ASBANDA Bedah Strategi Sinergi KUB BPD yang Saling MenguntungkanKecerdasan Buatan Picu PHK, Standard Chartered Pangkas Lebih dari 7.000 KaryawanRuben Amorim Kagum atas Dukungan Milanisti Indonesia Usai Laga Kontra Chelsea di GBKPrakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Dinamika Atmosfer dan Potensi HujanGoogle Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Percepat Prediksi Bencana AlamWayan Koster Bantah Tudingan Hambat Program Makan Bergizi Gratis di Bali

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026