Nilai ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas ini pada periode Januari hingga Februari 2026 berhasil menembus angka 4,69 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 26,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,71 miliar dolar AS. Kenaikan nilai ekspor tersebut sejalan dengan peningkatan volume pengapalan yang tumbuh dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada kurun waktu dua bulan pertama tersebut.
Penguatan kinerja ekspor ini didukung oleh capaian produksi dalam negeri yang solid pada tahun sebelumnya. Merujuk pada rilis resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tertanggal 13 Maret 2026, produksi CPO Indonesia di sepanjang tahun 2025 menyentuh angka 51,66 juta ton. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,26 persen atau bertambah sekitar 3,5 juta ton dibandingkan dengan tahun 2024. Apabila diakumulasikan secara keseluruhan, total produksi CPO dan palm kernel oil (PKO) sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 7,18 persen hingga mencapai 56,55 juta ton.








