Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Ekspor Indonesia ke Arab Saudi Capai US$3,43 Miliar, Sawit dan Kopi Jadi Andalan

Togar SiregarDiterbitkan 7 Agu 2026 - 11.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspor Indonesia ke Arab Saudi Capai US$3,43 Miliar, Sawit dan Kopi Jadi Andalan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi berhasil mencapai angka US$3,43 miliar pada tahun 2025. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-18 sebagai negara pemasok terbesar bagi Arab Saudi. Posisi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dua dekade lalu. Pada tahun 2005, Indonesia masih berada di peringkat ke-24 dengan nilai ekspor sebesar US$517,61 juta dan pangsa pasar yang hanya berkisar 0,90 persen. Perkembangan ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
(BPS) yang menegaskan bahwa sejumlah komoditas Tanah Air kini memiliki pangsa pasar yang kuat di negara tersebut.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, yang akrab disapa Winny, mengungkapkan bahwa minyak sawit, kopi, hingga produk kayu menjadi komoditas unggulan Indonesia di Arab Saudi. Minyak sawit menjadi kontributor utama dengan nilai impor Arab Saudi dari Indonesia mencapai US$706,47 juta. Angka tersebut setara dengan 38,29 persen pangsa pasar di Arab Saudi, yang berarti lebih dari sepertiga kebutuhan impor sawit di negara itu dipasok dari Indonesia. Pangsa pasar minyak sawit Indonesia ini jauh melampaui para pesaingnya, seperti Malaysia yang memegang 12,74 persen, Ukraina dengan 7,69 persen, dan Oman sebesar 5,98 persen.

Selain minyak sawit, produk kayu dan barang dari kayu asal Indonesia juga mencatatkan kinerja positif dengan nilai ekspor mencapai US$146,86 juta serta pangsa pasar sebesar 8,08 persen. Dalam kategori ini, Indonesia bersaing dengan beberapa negara pengekspor utama lainnya seperti China, Thailand, dan Finlandia. Sementara itu, untuk komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$122,13 juta dengan pangsa pasar 6,61 persen. Pada sektor tersebut, Indonesia bersaing dengan Etiopia, India, dan Guatemala.

Baca Juga

Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo

Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo

Komoditas lain yang turut menopang ekspor Indonesia ke Arab Saudi adalah kertas dan produk turunannya yang mencatatkan nilai ekspor sebesar US$103,61 juta dengan pangsa pasar 5,92 persen. Indonesia juga memiliki performa kuat pada sektor olahan daging, ikan, krustasea, dan moluska dengan nilai ekspor mencapai US$78,35 juta. Capaian ini memberikan Indonesia pangsa pasar sebesar 19,60 persen, berada di atas Malaysia yang mencatatkan pangsa pasar 9,74 persen, namun masih di bawah Thailand yang mendominasi dengan 27,79 persen. Selanjutnya, ekspor biji dan buah mengandung minyak tercatat sebesar US$66,88 juta dengan pangsa 7,27 persen, disusul oleh produk alas kaki dengan nilai ekspor sebesar US$59,28 juta dan pangsa pasar 5,30 persen. Pada komoditas alas kaki, posisi Indonesia masih terpaut jauh dari China yang menguasai 52,33 persen, Vietnam dengan 15,93 persen, dan Italia sebesar 11,56 persen.

Meskipun posisi Indonesia telah naik ke peringkat ke-18, BPS menilai peluang untuk memperluas pasar ekspor ke Arab Saudi masih sangat terbuka. Saat ini, China menempati posisi sebagai pemasok terbesar bagi Arab Saudi, disusul oleh Amerika Serikat (AS), Uni Emirat Arab (UEA), dan India. Peta persaingan ini telah bergeser dibandingkan dengan dua dekade lalu, ketika pasar impor Arab Saudi masih didominasi oleh negara-negara maju seperti AS, Jepang, dan Jerman.

Baca Juga

Pelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata Manajemen

Pelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata Manajemen

Peluang ekspansi perdagangan ini juga didorong oleh potensi besar dari sektor penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. BPS memandang potensi pasar dari jamaah haji dan umrah sangat besar dan dapat diraih secara lebih optimal di masa mendatang. Beberapa produk yang memiliki peluang pasar tinggi untuk dikembangkan antara lain perlengkapan ibadah, pakaian, alas kaki, hingga produk oleh-oleh yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekspor indonesiaArab SaudiMinyak SawitBadan Pusat StatistikKopi

Berita Terbaru Lainnya

Kriteria Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata ManajemenPemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan TengahJasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi demi Keselamatan PenggunaPolres Singkawang Tegaskan Dugaan Penyelundupan Emas di Bandara Tidak TerbuktiTingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Sektor Industri Alami Kontraksi PerekrutanEkonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Kemdikti Saintek Usut Temuan Awal Skandal Naskah SSRN yang Catut Nama Prabowo

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap