Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Kemdikti Saintek Usut Temuan Awal Skandal Naskah SSRN yang Catut Nama Prabowo

Marthen PalutunganDiterbitkan 7 Agu 2026 - 10.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemdikti Saintek Usut Temuan Awal Skandal Naskah SSRN yang Catut Nama Prabowo
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) baru-baru ini membeberkan temuan awal terkait skandal publikasi ilmiah di platform Social Science Research Network (SSRN). Skandal ini menjadi perhatian publik karena menyeret nama Presiden Prabowo Subianto. Makalah ilmiah yang diunggah di platform tersebut mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2026. Temuan ini memicu penyelidikan lebih lanjut dari pihak kementerian guna memastikan integritas akademik tetap terjaga dengan baik di Indonesia.

Penyelidikan ini bermula setelah munculnya laporan mengenai kejanggalan dalam kepenulisan makalah tersebut. Beberapa nama tokoh yang tercantum di dalam paper SSRN tersebut secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengetahui hal tersebut. Mereka juga menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan atau izin apa pun untuk dicantumkan sebagai penulis dalam naskah ilmiah yang diunggah ke platform publikasi tersebut. Adanya pencatutan nama tanpa persetujuan ini menjadi salah satu poin penting yang tengah diusut oleh pihak berwenang.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Berdasarkan temuan awal yang dirilis oleh Kemdikti Saintek, penulis utama dari makalah ilmiah tersebut diketahui memiliki inisial DD. Terkait dengan kegaduhan dan peristiwa pencatutan nama yang terjadi, DD dilaporkan telah membuat pernyataan tertulis sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas insiden tersebut. Temuan awal kementerian juga menunjukkan status akademis dari DD, di mana yang bersangkutan diketahui belum menyandang jabatan akademik sebagai Guru Besar atau profesor. Selain itu, DD juga dipastikan tidak memiliki afiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi mana pun, meskipun yang bersangkutan baru saja menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga

Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah

Pemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan Tengah

Untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada publik dan meluruskan informasi yang beredar, Kemdikti Saintek memberikan penjelasan mengenai kedudukan platform Social Science Research Network (SSRN). Platform SSRN merupakan sebuah repositori atau wadah publikasi preprint yang biasa digunakan oleh para peneliti untuk membagikan naskah ilmiah mereka sebelum diterbitkan secara resmi. SSRN bukanlah sebuah lembaga yang memiliki kewenangan atau otoritas dalam proses penentuan maupun penganugerahan Nobel. Oleh karena itu, keberadaan sebuah paper di platform SSRN sama sekali tidak berarti bahwa isi naskah maupun klaim yang dimuat di dalamnya telah diverifikasi atau diakui oleh Komite Nobel.

Selain penjelasan mengenai platform SSRN, penting juga untuk dipahami bahwa proses nominasi Nobel memiliki aturan kerahasiaan yang sangat ketat. Komite Nobel secara konsisten menjaga kerahasiaan identitas para nominator maupun nominasi yang diajukan dari publik selama kurun waktu 50 tahun. Dengan demikian, klaim-klaim luar yang beredar mengenai pencalonan penghargaan tersebut tidak dapat dikaitkan langsung dengan keputusan resmi dari Komite Nobel yang independen dan tertutup.

Baca Juga

Jasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi demi Keselamatan Pengguna

Jasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi demi Keselamatan Pengguna

Untuk menindaklanjuti polemik ini secara serius, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, telah membentuk tim investigasi khusus pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam siaran pers resmi yang diterima pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kemendikti Saintek menyatakan bahwa proses investigasi hingga kini masih terus berlangsung secara mendalam. Kementerian berkomitmen untuk mengumpulkan seluruh bukti dan keterangan yang diperlukan dari pihak-pihak terkait.

Kemdikti Saintek menegaskan akan mengambil langkah tegas sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku apabila dalam proses investigasi ini ditemukan adanya pelanggaran etika akademik maupun ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku. Penegakan aturan ini dinilai sangat penting demi menjaga nama baik dunia akademik nasional dari tindakan-tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat merusak kredibilitas institusi pendidikan tinggi dan penelitian di Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoKemdikti SaintekSSRNSkandal IlmiahBrian Yuliarto

Berita Terbaru Lainnya

Pelindo Buka Suara Soal Rencana IPO, Begini Kata ManajemenPemerintah Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor untuk Perkuat Food Estate Kalimantan TengahJasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi demi Keselamatan PenggunaPolres Singkawang Tegaskan Dugaan Penyelundupan Emas di Bandara Tidak TerbuktiEkspor Indonesia ke Arab Saudi Capai US$3,43 Miliar, Sawit dan Kopi Jadi AndalanTingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Sektor Industri Alami Kontraksi PerekrutanEkonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Menempatkan Kerja Perawatan sebagai Pilar Perlawanan terhadap Opresi Sosial

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap