Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Empat Tahun Penataan Subsidi Energi, Dari Revisi Perpres Hingga Penggolongan Desil

Uria KilaDiterbitkan 13 Agu 2026 - 16.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Empat Tahun Penataan Subsidi Energi, Dari Revisi Perpres Hingga Penggolongan Desil
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Upaya penataan subsidi energi di Indonesia masih menghadapi jalan panjang. Meskipun pemerintah terus mengucurkan anggaran hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya, potensi ketidaktepatan sasaran masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan sepenuhnya. Pada 2024, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp435 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi. Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa sekitar Rp100 triliun dari total anggaran tersebut berpotensi tidak tepat sasaran.

Ketidaktepatan sasaran ini erat kaitannya dengan regulasi yang belum kunjung rampung. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, yang menjadi landasan hukum penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), hingga kini belum secara tegas mengatur kelompok masyarakat yang berhak menggunakan Pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Perubahan terakhir yang tercatat dalam basis data regulasi pemerintah adalah Perpres Nomor 117 Tahun 2021, yang merupakan perubahan ketiga atas aturan tersebut. Sejak Juli 2022, rencana revisi aturan ini sudah digodok secara terbuka oleh pemerintah. Kepala BPH Migas kala itu, Erika Retnowati, menyatakan revisi tersebut akan memuat aturan mengenai kelompok masyarakat yang berhak membeli Solar bersubsidi maupun Pertalite. Namun, alih-alih menuntaskan revisi regulasi, pemerintah sudah lebih dulu melakukan penyesuaian harga BBM pada September 2022.

Memasuki 2023, kebutuhan akan payung hukum baru ini dinilai semakin menguat. Menteri ESDM saat itu, Arifin Tasrif, menerangkan bahwa aturan baru tersebut nantinya akan mengatur kriteria kendaraan yang dapat menggunakan Pertalite secara lebih detail. Di sisi lain, Ombudsman RI pada April 2023 menilai bahwa revisi Perpres 191/2014 sudah mendesak. Sebagai langkah di lapangan, Pertamina mulai menguji coba pembatasan pembelian Pertalite menggunakan sistem QR Code di sejumlah daerah. Pendaftaran pun terus berjalan, hingga pada 1 Oktober 2024 jumlah pendaftar QR Code Pertalite telah mencapai 5.515.878 unit kendaraan.

Baca Juga

Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 Persen, Pasar Indonesia Kian Matang

Transaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 Persen, Pasar Indonesia Kian Matang

Meski pendaftaran kendaraan terus berlangsung, ketidakjelasan regulasi tetap menjadi kendala bagi operator. Pada Februari 2025, Pertamina menyatakan masih menunggu revisi Perpres 191/2014 guna memperkuat pengendalian distribusi BBM subsidi. Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada November 2025, BPH Migas kembali mengumumkan rencana untuk menyiapkan ulang skema penyaluran Pertalite. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanpa dasar hukum yang kuat, upaya pembatasan di lapangan sulit berjalan optimal.

Persoalan ini kian mendesak mengingat beban APBN yang besar. Dalam APBN 2025, pemerintah mengalokasikan Rp203,41 triliun untuk subsidi energi, yang mencakup sekitar 66 persen dari total anggaran Program Pengelolaan Subsidi sebesar Rp307,93 triliun. Rincian alokasi tersebut meliputi Rp26,66 triliun untuk BBM tertentu, Rp87 triliun untuk LPG 3 kilogram, serta Rp89,746 triliun untuk subsidi listrik. Angka ini bahkan belum memasukkan kompensasi energi pada 2025 yang mencapai Rp190,89 triliun.

Baca Juga

Akhir Tahun, BBM Pertalite Bakal Dibatasi Buat Orang Kaya

Akhir Tahun, BBM Pertalite Bakal Dibatasi Buat Orang Kaya

Kekhawatiran mengenai ketimpangan konsumsi subsidi ini sejalan dengan data kajian INDEF pada 2023. Kajian tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 hanya mengonsumsi sekitar 36,9 persen dari total konsumsi Pertalite. Sebaliknya, porsi besar justru dinikmati oleh kelompok desil 5 hingga 10. Nilai kompensasi yang dinikmati oleh kelompok desil 5 hingga 10 tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp39,46 triliun.

Langkah dan pendekatan baru kembali dirumuskan pada 2026. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha pada Mei 2026 mengungkapkan bahwa pembatasan BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin berpotensi menghemat konsumsi sekitar 10 sampai 15 persen. Menyusul pendekatan tersebut, pada Agustus 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan arah kebijakan baru pemerintah, di mana masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10 akan diarahkan untuk membeli BBM nonsubsidi agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BBM Bersubsidikementerian esdmsubsidi energi

Berita Terbaru Lainnya

11 Manfaat Putih Telur untuk Kesehatan, Bisa Menjaga Massa OtotJadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Laga Krusial Melawan Irak di JeddahAturan dan Syarat Pendaftaran IMEI Ponsel Impor Menyusul Pengetatan Pengawasan Bea CukaiPemerintah Beri Diskon Pajak 100 Persen, Kebijakan Insentif PPN DTP Perumahan Diperpanjang hingga Akhir 2027Alur Pendaftaran dan Tahapan Seleksi CPNS serta PPPKTransaksi Kripto Juni Tumbuh 24,2 Persen, Pasar Indonesia Kian MatangPimpinan DPR Pastikan Tampung Masukan Buruh Terkait RUU KetenagakerjaanKolaborasi Komdigi dan Meta Perkuat Pemberantasan Judi Online di Media Sosial

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNews

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap