Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan untuk menjalankan proses transformasi birokrasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Langkah pembenahan tata kelola organisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang ditargetkan untuk diterapkan secara menyeluruh di semua kementerian serta lembaga negara di Indonesia. Kepercayaan ini dinilai menjadi momentum penting bagi Kemenpora untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi kinerjanya.
Hasil nyata dari proses transformasi birokrasi tersebut kini mulai terlihat melalui beberapa indikator penilaian eksternal. Salah satunya ditunjukkan oleh nilai indeks kinerja Kemenpora yang saat ini telah mencapai angka 83 persen berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Tidak hanya itu, dalam hal akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara, Kemenpora juga berhasil mempertahankan reputasinya dengan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pencapaian ini memperkuat bukti bahwa pembenahan administrasi berjalan sesuai jalur yang diharapkan.
Peningkatan tata kelola administrasi ini juga berdampak langsung pada efektivitas pengelolaan anggaran untuk pembinaan atlet nasional. Menjelang persiapan menghadapi perhelatan olahraga tingkat regional, Kemenpora mengumumkan alokasi anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Asian Games 2026. Menpora Erick Thohir mengambil langkah strategis dengan menambah anggaran pelatnas sebesar Rp95 miliar. Dengan adanya penambahan tersebut, total dukungan dana yang dipersiapkan pemerintah untuk membiayai pelatnas atlet Indonesia kini mencapai angka Rp222 miliar.
Hasil Laga Pramusim Arsenal vs Como, Bruno Guimaraes Lakukan Debut, The Gunners Menang

Dukungan anggaran pelatnas yang signifikan ini disertai dengan target prestasi yang jelas dan terukur. Pemerintah menetapkan target perolehan empat medali emas pada ajang Asian Games 2026 mendatang. Tanggung jawab untuk mendulang medali emas tersebut dibebankan pada tiga cabang olahraga yang menjadi andalan Indonesia, yakni bulu tangkis, angkat besi, serta panjat tebing. Melalui persiapan yang matang dan alokasi anggaran yang optimal, Kemenpora optimistis para atlet dari ketiga cabang olahraga tersebut mampu memenuhi target yang telah ditetapkan demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Selain fokus pada pencapaian prestasi olahraga di tingkat internasional, Kemenpora juga aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga rekreasi di dalam negeri. Salah satu program yang segera dilaksanakan adalah penyelenggaraan ajang lari Merdeka Run 2026. Kemenpora telah resmi membuka pendaftaran bagi masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dalam ajang lari jalan raya berjarak 8 kilometer (8K) ini. Kuota peserta yang disediakan terbatas untuk 8.000 orang, dengan akses pendaftaran yang juga terbuka lebar bagi para penyandang disabilitas atau difabel sebagai bentuk inklusivitas.
Penghentian Pemanfaatan Ruang Laut di Gresik dan Pentingnya Menjaga Cadangan Karbon Sedimen

Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, kegiatan Merdeka Run 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus mendatang. Para pelari akan memulai perlombaan dengan titik start yang berlokasi di Istana Merdeka, Jakarta. Untuk menambah kemeriahan dan daya tarik bagi para peserta serta masyarakat yang menonton, pihak penyelenggara juga akan menampilkan pertunjukan drone show yang spektakuler. Melalui kombinasi antara transformasi birokrasi internal, peningkatan prestasi olahraga, dan kegiatan kemasyarakatan, Kemenpora berupaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.






