Industri game tanah air kembali mencatatkan pencapaian penting di panggung internasional. Melalui platform Steam Early Access, game buatan Indonesia RIFTSTORM resmi diluncurkan secara global pada Selasa, 11 Agustus 2026. Game bergenre action dengan sistem multiplayer kooperatif ini membawa pengalaman baru bagi penikmat game aksi di berbagai penjuru dunia. Dalam permainan ini, para pemain akan terjun sebagai bagian dari skuad Weaver yang mengemban misi berbahaya untuk menghadapi berbagai ancaman supranatural.
Proses pengembangan game ini digarap oleh Confiction Labs yang bekerja sama dengan Agate sebagai mitra pengembangan bersama (co-development partner). Dengan keterlibatan Fandry Indrayadi selaku Creative Director Confiction Labs, game ini dirancang agar mudah dipelajari oleh para pemain baru. Kendati demikian, RIFTSTORM tetap menawarkan kedalaman mekanis lewat sistem pilihan build karakter serta progresi yang menantang bagi pemain yang ingin menguasai sistem permainan secara menyeluruh.
Pendekatan desain tersebut dirumuskan melalui proses yang panjang. Pengembangan dan penyempurnaan RIFTSTORM memakan waktu hingga hampir lima tahun. Proyek berskala global ini melibatkan lebih dari 120 talenta kreatif asal Indonesia. Di antaranya termasuk para profesional diaspora Indonesia yang sebelumnya telah memiliki rekam jejak di industri game internasional dengan berkontribusi pada waralaba populer seperti Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, Warhammer, Yu-Gi-Oh!, SMITE, hingga Samurai Warriors.
Fungsi dan Isi Surat Izin Orang Tua untuk Kegiatan Pramuka

Sebelum resmi diluncurkan, RIFTSTORM telah melalui fase pengujian publik yang intensif. Pada fase Public Pre-Alpha pertama, game ini berhasil menarik minat lebih dari 5.000 pemain. Rata-rata waktu bermain yang tercatat adalah 1 jam 39 menit, dan beberapa pemain bahkan mencatatkan waktu bermain hingga lebih dari 50 jam. Antusiasme ini semakin menguat pada fase Public Pre-Alpha kedua, di mana jumlah peserta melonjak hingga lebih dari 22.000 pemain yang berasal dari 110 negara berbeda. Total durasi bermain pada fase kedua tersebut melampaui angka 22.000 jam.
Selain data pengujian yang positif, RIFTSTORM juga menorehkan prestasi di platform distribusi Steam. Game ini menempati peringkat pertama dalam daftar Global Trending Free di Steam selama tiga hari berturut-turut pada rentang 19 hingga 21 Oktober 2024. Selanjutnya, pada ajang Steam Next Fest yang digelar bulan Juni 2025, demo RIFTSTORM berhasil masuk ke dalam jajaran Top 50 Most Played Demos, bersaing ketat dengan lebih dari 2.600 demo game lain yang ikut serta dalam festival tersebut.
Peringatan Hari Pramuka 2026, Makna Tema ke-65 dan Tradisi Berbagi Pantun

Peluncuran game ini bertepatan dengan dinamika industri game nasional yang sedang berkembang pesat. Berdasarkan data tahun 2025 yang dirilis oleh Asosiasi Game Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, nilai pasar game nasional diperkirakan mencapai Rp30 triliun. Angka ini memposisikan Indonesia sebagai pasar game terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-15 secara global. Namun, para pengembang lokal saat ini baru menikmati sekitar 2,5 persen dari nilai pasar domestik tersebut.
Di tingkat global, potensi industri ini juga sangat menjanjikan. Laporan Global Games Market Report 2025 dari Newzoo memperkirakan bahwa pendapatan industri game secara global akan mencapai US$188,8 miliar pada tahun 2025. Melalui proyek kolaboratif ini, Shieny Aprilia selaku CEO Agate bersama tim berupaya membuktikan bahwa talenta lokal mampu menghasilkan karya yang kompetitif di pasar internasional. Kehadiran RIFTSTORM diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi industri game Indonesia untuk merebut porsi pasar yang lebih besar di kancah global.






