Upaya penataan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi terus bergulir melalui program pendaftaran QR Code Pertalite Subsidi Tepat. Langkah yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga ini bertujuan untuk memastikan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Hingga akhir Agustus 2024, jumlah pendaftar yang terverifikasi dan telah mendapatkan QR Code ini telah menembus angka 3,9 juta pengguna. Program penataan ini difokuskan khusus bagi pengguna kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda dua dan tiga untuk saat ini belum diwajibkan melakukan pendaftaran.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa pendaftaran QR Code Pertalite tahap pertama difokuskan di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) serta sebagian wilayah non-Jamali seperti Kepri, NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Kabupaten Timika. Pertamina menargetkan penyelesaian tahap pertama ini dapat mencapai 100 persen pada akhir September 2024, sebelum melanjutkan ke tahap kedua yang direncanakan paling cepat pada Oktober atau November 2024. Sosialisasi pembatasan penjualan Pertalite dijadwalkan mulai September 2024, dengan rencana pembatasan yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2024.
Strategi Danantara Mendorong Ekspansi Global dan Integrasi Industri Semikonduktor

Untuk melakukan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses situs resmi www.subsiditepat.mypertamina.id. Sejumlah dokumen penting harus disiapkan, mulai dari foto KTP, foto diri, STNK tampak depan dan belakang, foto kendaraan secara keseluruhan, foto kendaraan tampak depan yang memperlihatkan nomor polisi, hingga foto KIR bagi kendaraan pengguna KIR. Kendaraan yang layak menerima BBM bersubsidi termasuk mobil ambulans, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengangkut sampah. Kendati demikian, dokumen yang tidak jelas atau ukuran berkas yang terlalu besar sering menjadi penyebab kegagalan proses pendaftaran. Mengantisipasi hal tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Help Desk di SPBU untuk membantu menjelaskan prosedur pendaftaran kepada masyarakat.
Di tingkat kebijakan, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga energi. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar harga BBM subsidi tetap stabil meski harga minyak dunia fluktuatif. Senada dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM subsidi dan LPG tidak akan naik di tengah dinamika harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global. Namun, tantangan di lapangan tetap nyata. BPH Migas mengatur titik-titik SPBU yang menjual BBM subsidi dengan memperhatikan pertimbangan jalur transportasi umum, tidak berada di area pemukiman menengah ke atas, dan di luar daerah industri. Di sisi lain, saat pemeriksaan petugas menemukan adanya indikasi manipulasi di mana konsumen kedapatan memiliki dan menggunakan beberapa barcode pengisian sekaligus.
Peta Persebaran Cadangan Emas di Indonesia, Potensi Terbesar Berada di NTB dan Papua

Digitalisasi sistem penyaluran ini merupakan bagian dari ekosistem digital MyPertamina. Upaya ini membawa PT Pertamina Patra Niaga menorehkan prestasi internasional dengan meraih penghargaan Indonesia Digital Experience of the Year dalam ajang Asian Experience Awards 2025. Di samping program subsidi, Pertamina juga menghadirkan program MyPertamina Pesta Bola untuk menyemarakkan Piala Dunia 2026. Perusahaan juga baru saja mengundi pemenang program tahunan MyPertamina Tebar Hadiah (MTH) 2025 periode pertama di sebuah SPBU di Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu, 20 Juli. Keberhasilan program subsidi tepat sasaran ini diharapkan dapat terus meningkatkan layanan distribusi BBM di seluruh Indonesia.






