Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Erupsi Anak Krakatau Semburkan Lava Fountain, Ini Penjelasannya

Yolanda TobanDiterbitkan 6 Sep 2026 - 14.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Erupsi Anak Krakatau Semburkan Lava Fountain, Ini Penjelasannya
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda kembali meningkat setelah mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9/2026) malam dan berlanjut hingga Minggu (6/9/2026). Letusan kali ini memicu fenomena lava fountain atau pancuran lava, yang disertai dentuman berulang, lontaran material batu di area sekitar gunung, serta pelepasan abu vulkanik.

Dampak sebaran debu vulkanik dari erupsi tersebut terpantau menjangkau wilayah Lampung, Banten, Jakarta, hingga Bandung. Menanggapi eskalasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius bahaya 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Tingkat aktivitas yang sebelumnya berada pada Level II (Waspada) sejak Juli 2026 kini telah dinaikkan statusnya menjadi Level III (Siaga).

Gangguan abu vulkanik di ruang udara juga berdampak langsung pada sektor transportasi. Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten dan Bandara Raden Inten di Bandar Lampung ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan guna menjaga keselamatan penerbangan.

Baca Juga

Tak Semua ASN Sarjana, Tapi Bukan Alasan Mereka Berkinerja Buruk

Tak Semua ASN Sarjana, Tapi Bukan Alasan Mereka Berkinerja Buruk

Karakteristik dan Proses Terjadinya Lava Fountain

Secara vulkanologis, lava fountain terjadi ketika magma dari dalam kantung gunung api terdorong kuat ke permukaan tanpa menciptakan ledakan eksplosif yang menghancurkan struktur batuan secara masif. Dorongan gas tersebut menyemburkan lava cair berpijar ke udara, yang kemudian jatuh dan mengalir menyerupai bentuk air terjun atau pancuran. Suhu material lava yang dimuntahkan sangat panas, berada pada rentang antara 800 hingga 1.200 derajat Celsius.

Fenomena semburan ini sangat identik dengan karakter letusan gunung api di Hawaii, Amerika Serikat, serta Gunung Etna di Italia. Berdasarkan studi Stephen A. Nelson dari Tulane University, New Orleans, pancuran lava terbentuk dari perpaduan proses kimia dan tekanan fisika hidrostatik seiring bergeraknya magma cair ke atas. Pelepasan gas yang terperangkap dalam magma bertipe basaltik mampu menyemburkan semburan api dan lontaran lava pijar hingga mencapai ketinggian 1 kilometer di atas kawah.

Baca Juga

Gubernur NTT Sebut Pelaku Pemerkosa Anak Korban Gempa NTT Sudah Diproses

Gubernur NTT Sebut Pelaku Pemerkosa Anak Korban Gempa NTT Sudah Diproses

Durasi kemunculan fenomena ini dapat berlangsung cukup lama, sebagaimana dibuktikan dalam riset Alessandro Bonnacorso dan Sonia Calvari yang meneliti perilaku Gunung Etna. Bagi Gunung Anak Krakatau sendiri, erupsi dengan karakter semburan lava serupa pernah tercatat terjadi pada tahun 2018, saat fase aktivitas tinggi berlangsung sebelum memicu tsunami di pesisir Banten.

Sumber: Tirto

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Tak Semua ASN Sarjana, Tapi Bukan Alasan Mereka Berkinerja BurukGubernur NTT Sebut Pelaku Pemerkosa Anak Korban Gempa NTT Sudah DiprosesWalkot Sebut 56 Santri Sesak Napas Imbas Kebakaran Ponpes di BogorGunung Sinabung Berstatus Siaga Level III, Warga Diimbau WaspadaSaat Wapres Pilih Mengundurkan Diri Gara-Gara Ribut dengan PresidenImbas Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Batal5 Bandara Tutup Imbas Erupsi Gunung Anak KrakatauAngkasa Pura Ungkap 336 Penerbangan Terdampak 3 Bandara Tutup

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap