Operasi pencarian dan evakuasi terhadap musibah KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, mencatatkan sebanyak 114 korban telah ditemukan hingga Senin (14/9/2026) pukul 22.00 WITA. Sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, enam penumpang ditemukan meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Dari korban yang telah dievakuasi, 86 orang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang meliputi 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Satu jenazah lainnya dievakuasi menggunakan helikopter milik Polri dari sebuah kapal tongkang yang berada sekitar 30 mil laut dari daratan.
Kronologi dan Manifes Penumpang
KMP Virgo Transport 8 memulai perjalanan dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 WIB menuju Pelabuhan Banjarmasin. Data manifes mencatat kapal tersebut mengangkut total 243 orang yang terdiri atas kru kapal, penumpang, sopir, kernet, dan mitra kerja kapal, serta membawa puluhan unit kendaraan.
Memasuki hari Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo. Berdasarkan data Basarnas Kalimantan Selatan, titik koordinat terakhir berada di posisi 4掳31'51.82"S 114掳 2'6.88"E Heading 203.94掳, atau berjarak sekitar 80 mil laut (NM) dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin. Sebelum hilang kontak, kapal sempat menghadapi cuaca buruk dan mengalami kemiringan (listing).
Polres Sumba Barat Ungkap Jaringan Pencurian Ternak, 3 Tersangka Ditangkap

Begitu menerima laporan darurat, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan tim penyelamat berjumlah enam personel ke Dermaga SAR Basirih sebelum bertolak ke lokasi kejadian menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi pelayaran lima jam.
Kendala Evakuasi dan Pengerahan Alat Canggih
Proses penyelamatan di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca dan gelombang tinggi di perairan Masalembo. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa tingginya gelombang bahkan sempat menyebabkan dua kapal yang dikerahkan untuk evakuasi berbenturan satu sama lain.
Selain faktor gelombang, posisi badan kapal yang terbalik menjadi hambatan utama bagi tim gabungan untuk memastikan keberadaan korban yang berpotensi terjebak di dalam lambung kapal. Tim penyelam dari Basarnas dan TNI AL, termasuk pasukan Kopaska, belum dapat diterjunkan ke dalam air karena situasi cuaca yang belum aman.
Kebakaran Lahan di 5 Titik di Cianjur, Kawasan Seluas 1.550 m2 Hangus

Untuk mengatasi kendala visibilitas bawah laut, KRI Canopus diterjunkan ke lokasi pencarian dengan membawa peralatan pemetaan dasar laut berupa underwater drone, multibeam echo sounder, serta remotely operated vehicle (ROV). Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa dukungan armada udara sangat krusial untuk menjangkau korban yang terapung puluhan mil laut dari daratan.
Seluruh korban meninggal dunia yang telah dievakuasi langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri untuk proses identifikasi resmi. Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memulai investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti terbaliknya KMP Virgo Transport 8.






