Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tengah merancang strategi besar untuk memposisikan wilayahnya sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Fokus utama dari ambisi ini bertumpu pada Kecamatan Batulanteh, sebuah kawasan dataran tinggi yang disiapkan menjadi sentra kopi unggulan sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. Transformasi citra wilayah ini secara resmi didorong melalui perhelatan Festival Ngemar Kawa atau Festival Petik Kopi Batulanteh 2026 yang dipusatkan di Desa Tepal. Langkah ini diharapkan mampu menggeser pandangan publik yang selama ini kerap mengenali Batulanteh dari kondisi medan jalannya yang menantang, menjadi kawasan yang identik dengan kualitas komoditasnya.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, memiliki visi agar identitas daerahnya melekat erat dengan komoditas perkebunan tersebut. Melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram pada Senin, ia menegaskan bahwa festival yang digelar bukan sekadar perayaan rutin pascapanen. Acara yang telah resmi masuk dalam Kalender Event Kabupaten Sumbawa ini merupakan momentum krusial untuk membangun masa depan kawasan pegunungan tersebut. Jarot mengharapkan sebuah perubahan pola pikir di mana ingatan masyarakat luas tentang Sumbawa akan langsung merujuk pada kopi, dan pembicaraan mengenai kopi akan bermuara pada nama Batulanteh.








