Sebanyak enam warga asal Sumatera Selatan tercatat menjadi penumpang kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa. Seluruh warga tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
Dari enam warga yang menumpangi kapal tersebut, satu orang hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya. Tim Search and Rescue (SAR) masih terus melakukan operasi pencarian terhadap korban yang hilang bersama dengan ratusan penumpang lainnya yang turut terdampak insiden kecelakaan laut tersebut.
Penumpang Asal Desa Saungdadi
Tiga dari enam penumpang asal OKU Timur tersebut merupakan warga Desa Saungdadi, Kecamatan Buay Pemuka (BP) Peliung. Mereka adalah Heru Pranoto, anaknya yang masih berusia 19 tahun, serta seorang warga lain bernama Prastika. Korban yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya merupakan anak dari Heru Pranoto.
Polri, Korban Tenggelam KM Virgo 8 Tetap Bisa Diidentifikasi

Kapolsek BP Peliung, Ipda Bastian, membenarkan informasi mengenai warganya yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal tersebut. Bastian menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak menemui pihak keluarga korban serta perangkat desa setempat di Desa Saungdadi untuk menindaklanjuti kabar kecelakaan ini.
Korban Selamat Bertahan di Banjarmasin
Ipda Bastian juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menjalin komunikasi langsung dengan Heru Pranoto dan Prastika. Keduanya saat ini sudah dievakuasi dan menempati sebuah penginapan di Banjarmasin. Heru Pranoto dan Prastika memilih untuk tetap bertahan di penginapan tersebut sembari menunggu kepastian dan perkembangan proses pencarian anak Heru yang tengah dilakukan oleh tim SAR.
129 Korban KM Virgo Masih Hilang, Basarnas Siapkan Operasi Salvage

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, keberangkatan enam warga OKU Timur tersebut bertujuan untuk menuju Banjarmasin guna mengajukan lamaran pekerjaan setelah menerima informasi mengenai adanya lowongan kerja di wilayah tersebut. Pihak keluarga juga menyebutkan bahwa sebelum keberangkatan rombongan ini, sudah ada beberapa orang lain yang lebih dahulu berangkat ke Kalimantan untuk keperluan pekerjaan yang sama.






