PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menindaklanjuti arahan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang meminta pembenahan fundamental serta percepatan transformasi demi menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. Melalui langkah tersebut, perseroan berkomitmen mengimplementasikan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan proses internal hingga peningkatan efektivitas pelaksanaan proyek.
General Manager Corporate Secretary PT INKA (Persero), Bambang Sutrisno, menyampaikan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah membangun fundamental perusahaan yang lebih sehat, mewujudkan proses bisnis yang semakin efektif, serta membentuk kemampuan yang kian tangguh dalam menjalankan dan menyelesaikan setiap proyek yang ditangani.
Penataan Manajemen Proyek dan Keuangan
Dalam rangka restrukturisasi tersebut, INKA memperkuat keterkaitan terintegrasi di berbagai tahapan kerja. Integrasi ini mencakup mata rantai mulai dari perencanaan, pengelolaan kontrak, pelaksanaan proyek, proses produksi, hingga penyelesaian pekerjaan kepada pihak pelanggan.
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply 500 kVA di Tanjung Priok

Setiap proyek di lingkungan perseroan kini diwajibkan untuk dikelola secara berdisiplin sejak awal, mencakup aspek teknis, kontraktual, dan finansial. Penerapan disiplin pengelolaan proyek tersebut dinilai krusial dalam memperkuat kinerja perusahaan, khususnya pada pengendalian jadwal kerja, kepatuhan biaya, mitigasi risiko, serta pemenuhan komitmen kepada pelanggan. Bersamaan dengan itu, INKA juga aktif menjalankan langkah-langkah perbaikan terhadap kondisi likuiditas dan penyehatan struktur keuangan korporasi.
Penguatan Mutu dan Kapabilitas Industri Nasional
Selain aspek manajemen dan finansial, INKA turut memperkuat proses produksi serta sistem kualitas. Penguatan ini dilakukan untuk memastikan sarana transportasi perkeretaapian yang diproduksi memenuhi aspek keselamatan kerja, standar keandalan, dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Transformasi menyeluruh yang dijalankan perseroan juga secara konsisten diarahkan untuk menjaga serta mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional. Pengembangan kapabilitas tersebut meliputi penguatan kemampuan engineering dan manufaktur, peningkatan kompetensi tenaga kerja terampil, adopsi teknologi, hingga pemberdayaan ekosistem industri pendukung.






