Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,8 kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (1/9/2026) pukul 12.50.09 Wita. Peristiwa ini menambah panjang rangkaian aktivitas kegempaan yang belum mereda di kawasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 45 kilometer arah utara Manggarai, dengan kedalaman yang sangat dangkal yakni 1 kilometer. Guncangan akibat gempa dangkal tersebut dirasakan di wilayah Manggarai pada skala intensitas II MMI. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Arief Tyastama menjelaskan bahwa lindu yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Gempa M3,8 ini dikonfirmasi sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) dari peristiwa gempa bumi utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, KDM Instruksikan Semua Gunung di Jawa Barat Ditutup untuk Pendakian

Hingga Selasa pukul 11.50 WIB, BMKG mendata sebanyak 10.863 aktivitas gempa susulan yang terjadi sejak gempa utama 15 Agustus, dengan magnitudo terbesar yang terekam mencapai M6,2.
Catatan BMKG Stasiun Geofisika Sumba juga menunjukkan tingginya kegempaan regional sepanjang Agustus 2026, dengan total 11.195 kejadian gempa di wilayah Sumba dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 gempa dirasakan oleh masyarakat, dan mayoritas atau sebanyak 11.011 kejadian tergolong gempa dangkal dengan kedalaman hingga 60 kilometer. Puncak aktivitas kegempaan terkuat berlangsung pada 15 Agustus 2026 lewat gempa M7,6 (data awal M7,7) berkedalaman 15 kilometer di Flores.
Kebakaran Hutan Makin Parah, Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Sebelum gempa pada Selasa siang, getaran tektonik juga berulang kali dirasakan di kawasan Manggarai. Pada Senin (31/8) pukul 14.53 Wita, gempa M4,0 mengguncang wilayah utara Manggarai. Wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, sebelumnya turut diguncang gempa M4,6 pada Kamis (27/8) serta gempa M5,0 pada Senin (17/8/2026) dini hari.






