Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan pemulihan dan kini berada pada rentang kategori sedang hingga tidak sehat. Membaiknya kondisi udara ini terjadi menyusul turunnya hujan yang mengguyur wilayah ibu kota Provinsi Riau tersebut pada akhir pekan kemarin. Menanggapi perkembangan positif ini, Pemerintah Kota Pekanbaru secara resmi menurunkan status kebencanaan dari Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap menjadi Siaga Darurat.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengonfirmasi bahwa sebaran titik api di wilayahnya telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. "Untuk saat ini di Kota Pekanbaru sudah zero titik api, asap sudah mereda dan jarak pandang berangsur normal," ujar Agung pada Selasa (1/9/2026).
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Martin Manoluk, menjelaskan bahwa situasi saat ini sudah terkendali meski tim lapangan sempat menghadapi kebakaran signifikan pada pekan lalu. Proses pemadaman karhutla membutuhkan penanganan ekstra karena api di lahan gambut membakar vegetasi permukaan sekaligus lapisan tanah di bawahnya.
Kebakaran Hutan Makin Parah, Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Membaiknya kualitas udara turut berdampak pada operasional pendidikan di daerah tersebut. Pemkot Pekanbaru mencabut kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya diberlakukan bagi siswa tingkat PAUD/TK, SD, dan SMP akibat paparan asap pekat. Agung menginstruksikan seluruh sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai Senin (31/8) dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.
Sebelumnya, penurunan mutu udara sempat mencapai level berbahaya dan menyebabkan lonjakan ratusan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setempat. Seluruh puskesmas di Kota Pekanbaru tetap diwajibkan bersiaga penuh melayani warga terdampak selama masa penanganan yang berlangsung hingga 7 September 2026.
Tabrak Warga saat Tawuran hingga Luka-luka, Duo ABG di Bogor Ditangkap

Upaya penanggulangan karhutla di Riau juga ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungannya, Presiden mengapresiasi penurunan luasan area yang terbakar serta menginstruksikan pembentukan sistem pencegahan karhutla secara permanen agar bencana kabut asap tidak terus berulang.






