Pemerintah dan aparat penegak hukum Meksiko mengidentifikasi ledakan bom mobil di depan markas kepolisian Ojocaliente, Zacatecas, sebagai aksi pembalasan terencana oleh kelompok kejahatan terorganisir. Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Minggu malam waktu setempat dan langsung memicu kerusakan luas pada permukiman di sekitarnya.
Akibat kekuatan ledakan, sekitar 30 rumah warga mengalami kerusakan parah dengan kondisi kaca-kaca bangunan pecah berhamburan. Kerusakan fisik juga terlihat pada sejumlah mobil yang tengah diparkir di dekat titik kejadian. Insiden tersebut melukai sedikitnya 11 orang, yang mencakup seorang polisi wanita serta 10 warga sipil, termasuk seorang bayi.
Prabowo Menjawab Kritik Terkait Komposisi Kabinet hingga Anggaran Program Prioritas

Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas setempat, mobil yang digunakan sebagai sarana peledak diduga merupakan kendaraan curian yang dibawa dari negara bagian lain sebelum dirakit dengan bahan peledak. Pemerintah menyatakan serangan ini merupakan respons kelompok kriminal atas serangkaian operasi penangkapan yang gencar dilakukan oleh aparat keamanan baru-baru ini.
Warga di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa peristiwa ini menandai serangan ketiga yang menargetkan markas kepolisian yang sama dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Dua serangan sebelumnya diketahui hanya menggunakan granat atau bahan peledak berdaya ledak lebih kecil.
Poltracking, Mayoritas Masyarakat Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

Di Meksiko, aktivitas kejahatan terorganisir umumnya memiliki keterkaitan erat dengan kartel narkoba. Kelompok-kelompok ini tercatat kerap menerapkan taktik serangan destruktif terhadap fasilitas kepolisian, termasuk pengerahan bom mobil, ranjau darat, hingga pesawat nirawak (drone) yang dipersenjatai bahan peledak.






