Hasil survei nasional terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 63,2 persen. Selain tingkat kepercayaan, lembaga tersebut turut mencatat angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan berada pada kisaran 55,1 persen.
Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan bahwa temuan ini mengindikasikan sebagian besar publik masih memberikan mandat keyakinan yang kuat terhadap jalannya roda pemerintahan. Kendati kepercayaan berada di atas 60 persen, evaluasi terhadap kinerja menteri tetap menjadi perhatian masyarakat.
Sebanyak 51,9 persen responden menilai penyegaran jajaran menteri atau reshuffle kabinet perlu dilakukan. Langkah perombakan tersebut dianggap penting guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi serta penguatan penegakan hukum di tanah air.
TNI Gelar Latgab SGS 2026 bersama AS hingga Prancis di Tiga Pulau

Evaluasi Sektoral dan Kepercayaan Lembaga
Di tingkat bidang kerja, kepuasan publik memperlihatkan variasi capaian. Sektor pendidikan memimpin persepsi positif publik dengan tingkat kepuasan mencapai 63,9 persen. Posisi berikutnya disusul oleh sektor sosial budaya sebesar 63,7 persen dan bidang kesehatan yang meraih 62,6 persen.
Poltracking juga memetakan peringkat kepercayaan terhadap institusi negara. Tentara Nasional Indonesia (TNI) menempati posisi teratas sebagai lembaga paling dipercaya publik dengan raihan skor 67,9 persen. Sementara itu, institusi Kepresidenan menempati urutan kedua dengan tingkat kepercayaan sebesar 57,7 persen.
Eks Plt Bupati Maluku Tengah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih

Metodologi Survei Nasional
Survei ini diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2026, dengan proses pengambilan data lapangan yang berlangsung pada 14 hingga 20 Agustus 2026. Penarikan sampel memanfaatkan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden.
Klaster survei mencakup wilayah di 38 provinsi secara proporsional mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, disertai stratifikasi berbasis proporsi jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung dibantu teknologi aplikasi, dengan rasio 10 responden per desa atau kelurahan terpilih. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.






