Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pencalonannya sebagai kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan amanah yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Budi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menyoroti posisi Indonesia sebagai negara besar yang belum pernah menempati posisi kepemimpinan tertinggi di lembaga naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden menitipkan pesan khusus agar Budi membawa suara negara-negara berkembang di tingkat internasional.
"Beliau menitipkan amanah ke saya, kalau bisa wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global," ujar Budi.
Populer, Prabowo Mau Tutup 700 BUMN; Danantara Bakal Gabung PTPP dan ADHI

Menurut Budi, representasi negara berkembang atau kawasan Global South sangat penting di pucuk pimpinan organisasi global. Hal tersebut didasari pertimbangan bahwa negara-negara berkembang mencakup jumlah populasi yang lebih besar serta tingkat kemiskinan yang lebih tinggi, sehingga suara mereka perlu lebih didengar dalam pengambilan kebijakan dunia.
Tahapan Seleksi dan Persaingan Kandidat
Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia masih dipimpin oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus. Mantan menteri luar negeri dan menteri kesehatan Ethiopia tersebut tercatat sebagai tokoh pertama dari Benua Afrika yang menduduki jabatan Dirjen WHO. Tedros kini tengah menjalani periode kepemimpinan keduanya untuk masa jabatan 2022–2027 setelah menuntaskan periode pertama pada 2017–2022.
Titik Panas di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer

Berdasarkan pembaruan di laman resmi WHO per 22 Agustus 2026, tercatat ada empat nama kandidat yang masuk dalam bursa pemilihan, di mana masing-masing calon diusulkan oleh satu negara. Deretan kandidat tersebut adalah:
- Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia
- Hans Henri P. Kluge dari Belgia
- Hanan Balkhy dari Arab Saudi
- Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar
Proses pemilihan Direktur Jenderal WHO masih berjalan panjang. Tahapan seleksi masih menyisakan sekitar dua fase lanjutan hingga nantinya kandidat yang terdaftar disaring menjadi tiga calon dirjen WHO.






