Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia mengalami peningkatan serentak pada Senin (31/8). Eskalasi paling signifikan tercatat di Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) setelah melontarkan abu vulkanik setinggi ribuan meter ke udara.
Sebelum peningkatan status tersebut, Sinabung berada pada level Waspada. Namun, erupsi pada pukul 10.17 WIB menghasilkan kolom abu tebal berwarna hitam setinggi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak. Masyarakat diinstruksikan tidak beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, menjaga jarak radius 3 kilometer dari puncak, serta radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-timur.
Di perairan Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau di Lampung juga meletus pada pukul 05.56 WIB. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak dengan durasi letusan 14 detik dan amplitudo maksimum 47 milimeter. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Polisi Segera Gelar Perkara Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu

Rangkaian Letusan di Semeru dan Maluku Utara
Di Pulau Jawa, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mencatatkan empat kali erupsi beruntun sepanjang pagi hari. Erupsi pertama berlangsung pukul 04.20 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 900 meter, amplitudo 22 milimeter, dan durasi 141 detik. Letusan kedua terjadi pada 05.07 WIB setinggi 700 meter (durasi 125 detik), disusul erupsi ketiga pada 06.28 WIB setinggi 500 meter (durasi 110 detik), dan letusan keempat pada 07.52 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter.
Sementara itu, aktivitas vulkanik paling padat terjadi di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung ini tercatat mengalami enam kali erupsi sejak dini hari hingga sore hari:
Poltracking, Mayoritas Masyarakat Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

- Pukul 00.01 WIT: tinggi kolom abu sekitar 400 meter, amplitudo 28 milimeter, durasi 51 detik.
- Pukul 06.53 WIT: kolom abu kelabu tebal setinggi sekitar 400 meter, durasi 46 detik.
- Pukul 09.13 WIT: tinggi kolom abu sekitar 400 meter, durasi 43 detik.
- Pukul 10.58 WIT: tinggi kolom abu sekitar 600 meter, durasi 42 detik.
- Pukul 14.59 WIT: tinggi kolom abu sekitar 500 meter, durasi 49 detik.
- Pukul 15.18 WIT: durasi erupsi 55 detik tanpa visual letusan yang teramati.
Dua Gunung di Nusa Tenggara Timur Ikut Erupsi
Wilayah Nusa Tenggara Timur turut mencatat erupsi dari dua gunung berbeda. Gunung Ili Lewotolok meletus pada pukul 11.28 WITA dengan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu setinggi 700 meter di atas puncak. Letusan ini berdurasi 78 detik dengan amplitudo maksimum 40 milimeter. Warga diminta menjauhi area dalam radius 2 kilometer serta sektoral 3 kilometer ke arah selatan dan tenggara.
Siang harinya, giliran Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur yang meletus pada pukul 12.53 WITA. Erupsi menghasilkan kolom abu kelabu berintensitas sedang setinggi 300 meter. Otoritas setempat mengimbau masyarakat berada di luar radius aman 5 kilometer dari pusat erupsi, sekaligus mewaspadai potensi bahaya banjir lahar hujan di aliran sungai yang berhulu ke puncak gunung.






