Menjelang pertemuan para pemimpin keuangan G20, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyerukan pesan penting kepada seluruh negara anggota forum ekonomi tersebut. Washington meminta negara-negara G20 untuk mempertimbangkan kembali hubungan perdagangan mereka dengan China guna meredam ketidakseimbangan perdagangan global.
Bessent menjelaskan bahwa langkah penyesuaian persyaratan dagang dengan Beijing perlu dibahas secara kolektif di tingkat G20. Tujuannya adalah mendorong China mengurangi ketergantungannya pada sektor ekspor dan mulai memperkuat konsumsi pasar domestik mereka sendiri. Menurutnya, perekonomian dunia tidak akan sanggup menopang besarnya surplus perdagangan yang dicatatkan China saat ini.
"Dunia tidak dapat memiliki China dengan surplus perdagangan sebesar US$1,2 triliun," ujar Bessent dalam wawancara menjelang agenda G20 tersebut. Ia menilai kondisi ekonomi China saat ini relatif lemah, sehingga Beijing berupaya keluar dari tekanan domestik dengan memacu pengiriman barang ke luar negeri secara besar-besaran, alih-alih menyeimbangkan struktur ekonominya.
Prancis di Ujung Krisis, Utang Bengkak-Sebut Kondisi 2008

Dorongan Komunike Bersama dan Pengalihan Arus Ekspor
Amerika Serikat sendiri telah berupaya menekan impor dari China melalui pemberlakuan tarif tinggi dan berbagai pembatasan komoditas. Berdasarkan data Biro Sensus AS, defisit perdagangan AS terhadap China pada paruh pertama tahun 2026 tercatat turun sekitar sepertiga dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$73,9 miliar.
Kendati demikian, pemangkasan impor oleh AS tersebut dinilai memicu limpahan produk ekspor China ke wilayah lain, khususnya kawasan Eropa dan Amerika Latin. Karena itu, AS kini mendorong terbitnya pernyataan bersama G20 yang secara tegas memuat komitmen pengurangan ketidakseimbangan neraca perdagangan dan transaksi berjalan global.
Indonesia Best CMO Awards 2026 Bidik Perusahaan Inovatif dalam Pemasaran

Di tengah upaya menggalang dukungan negara G20, Washington dan Beijing tetap membuka ruang pembicaraan bilateral. Pertemuan tatap muka antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pada akhir September. Bessent mengungkapkan kedua pihak tengah mendiskusikan kemungkinan penghapusan tarif timbal balik senilai sekitar US$30 miliar untuk kategori barang non-strategis dan non-kritis.






