Kebakaran melanda kawasan permukiman bedeng, deretan kontrakan, dan gudang rongsokan di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali. Peristiwa yang bermula pada Senin (31/8) sekitar pukul 22.30 WITA tersebut berdampak pada sekitar 300 kepala keluarga (KK).
Kobaran api dilaporkan kian membesar pada pukul 23.00 WITA dan merembet cepat ke bangunan kontrakan warga. Hingga Selasa (1/9) pagi, kepulan asap dan titik api masih belum sepenuhnya padam. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan bahwa area yang terdampak kebakaran mencapai luasan 4 hingga 5 hektare, yang sebagian besar dipenuhi tumpukan sampah dan rongsokan. Petugas telah berhasil memadamkan area seluas kurang lebih 4 hektare, tetapi proses pemadaman total mengalami kendala teknis di lapangan.
Kadis Damkar, Pemadaman Kebakaran Bedeng-Gudang Rongsok di Legian Butuh 2-3 Hari

Kendala utama yang dihadapi petugas adalah sumber api yang tertutup oleh seng atap gudang yang ambruk akibat terbakar. Petugas harus menunggu alat berat untuk menggaruk dan mengangkat material seng agar semprotan air dapat langsung menjangkau bara di lapisan bawah.
Salah seorang warga yang terdampak, Arifin, menceritakan bahwa kobaran api menghanguskan seluruh isi rumah kontrakan serta satu unit sepeda motor yang terparkir. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan hanya tersisa pakaian yang sedang ia kenakan saat kejadian. Di sekitar lokasi, warga mulai menyalurkan bantuan logistik berupa makanan serta pakaian layak pakai bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Warga Cerita Detik-detik Kebakaran Hanguskan 114 Rumah di Gambir Jakpus

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian juga masih mendata total kerugian materiil akibat musibah ini. Mengingat kondisi cuaca yang cukup panas, Dinas Damkarmat Kota Denpasar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, tidak membakar sampah sembarangan, serta menghindari pembuangan puntung rokok tanpa memastikan apinya padam.






