PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan rencana pengembangan Stasiun Gambir di Jakarta Pusat agar dapat melayani naik dan turun pengguna KRL Commuter Line, melengkapi perannya yang selama ini berfokus pada layanan kereta api (KA) jarak jauh.
Saat ini, Stasiun Gambir beroperasi melayani 34 perjalanan KA jarak jauh reguler per hari dengan frekuensi sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk penumpang yang naik maupun turun. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, aktivitas penumpang KA jarak jauh di stasiun ini tercatat mencapai 3.871.579 orang, yang terbagi atas 1.990.205 penumpang berangkat dan 1.881.374 penumpang tiba.
Di sisi lain, jalur layang yang melintasi kawasan Gambir sejatinya sudah aktif dilalui rangkaian KRL Commuter Line untuk lintas Jakarta Kota鈥揃ogor dan Jakarta Kota鈥揘ambo. Kendati demikian, seluruh rangkaian KRL yang melintas di jalur tersebut saat ini belum melayani aktivitas naik maupun turun pelanggan di Stasiun Gambir.
Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Ini Langkah Bersihkan Mobil dari Abu Vulkanik

Rencana pembukaan akses bagi pengguna komuter ini tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek. Data volume perjalanan KRL Jabodetabek mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 58,11 persen dalam kurun waktu tiga tahun, yakni meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025, atau bertambah sebanyak 126.656.933 perjalanan. Koridor Bogor Line menjadi salah satu kontributor terbesar dengan melayani 153.538.393 perjalanan pada 2025, menyumbang 44,55 persen dari total volume perjalanan KRL di kawasan Jabodetabek.
Melalui kajian pengembangan bertajuk New Gambir, KAI memposisikan pembenahan stasiun ini sebagai bagian integral dari penguatan kapasitas transportasi kawasan, integrasi konektivitas antarwilayah, serta modernisasi fasilitas stasiun strategis.
Kepala BNPB Lapor Prabowo, Masih Ada 72.864 Orang Pengungsi Gempa NTT

Kendati rencana tersebut telah dirumuskan, pengoperasian layanan naik-turun KRL Commuter Line di Stasiun Gambir masih memerlukan serangkaian tahapan teknis. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur stasiun, daya tampung kapasitas lintas, penyesuaian sistem operasi, pemenuhan standar keselamatan perkeretaapian, serta koordinasi intensif bersama pihak regulator.






