Pemanis berbahan dasar tanaman kian diminati masyarakat yang tengah berupaya membatasi asupan kalori harian. Salah satu yang paling populer adalah stevia, produk pemanis tanpa kalori yang diekstrak dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Namun, sejumlah temuan ilmiah dan panduan kesehatan global menunjukkan bahwa manfaat stevia terhadap penurunan berat badan tidak sepenuhnya bekerja secara instan maupun berjangka panjang.
Secara karakteristik, stevia mengandung senyawa manis bernama steviol glikosida. Senyawa ini memiliki tingkat kemanisan yang jauh melampaui gula pasir biasa, sehingga penggunaannya hanya membutuhkan takaran yang sangat sedikit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan steviol glikosida ke dalam kelompok pemanis non-gula atau non-sugar sweeteners (NSS).
Secara teoritis, langkah mengganti gula berkalori dengan pemanis nol kalori seperti stevia memang dapat menekan total asupan energi harian. Pengurangan asupan energi ini baru memberikan dampak nyata apabila konsumsi makanan atau minuman lain tidak bertambah sebagai bentuk kompensasi.
Pneumonia Bisa Menular, Kenali Cara Penyebarannya dan Cara Melindungi Diri

Hasil Riset Klinis dan Efektivitas Jangka Panjang
Kendati potensi penurunan asupan kalori cukup jelas, tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis yang terindeks di PubMed memberikan gambaran yang lebih terukur. Penelitian tersebut mencatat konsumsi pemanis non-nutritif, termasuk stevia, memang berkorelasi dengan penurunan berat badan dan massa lemak pada beberapa uji coba. Walau demikian, intervensi ini tidak menunjukkan perubahan signifikan pada indeks massa tubuh (BMI) maupun lingkar pinggang peserta penelitian.
Studi tersebut juga menyoroti dimensi waktu konsumsi. Pengurangan berat badan berkat penggantian gula dengan pemanis alternatif cenderung lebih terlihat pada riset-riset berdurasi pendek, yakni di bawah 18 minggu. Sementara pada riset yang berjalan lebih lama, efek pemanis buatan terhadap penurunan berat badan terbukti minimal.
Sering Makan Bagian Gosong Ini Bahayanya bagi Kesehatan dan Cara Menguranginya

Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia
Menanggapi beragam temuan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa bukti mengenai efektivitas pemanis non-gula untuk pengendalian berat badan jangka panjang masih belum meyakinkan. Lewat pedoman resminya, WHO menyarankan masyarakat agar tidak mengandalkan pemanis non-gula sebagai strategi utama untuk memangkas berat badan.
Sebagai langkah pengendalian kesehatan dan berat badan yang lebih terbukti, WHO tetap memprioritaskan pembatasan konsumsi gula bebas hingga di bawah 10 persen dari total kebutuhan energi harian.






