Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengoordinasikan sinergi entitas usahanya dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) guna membangun ekosistem kedelai nasional terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kolaborasi ini disiapkan untuk mengoptimalkan potensi lahan sekitar 4.800 hektare di lingkungan PTPN Group demi mendorong kemandirian pasokan komoditas tersebut di dalam negeri.
Langkah strategis tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai di Jakarta pada Jumat (11/09). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi, serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna bersama Pendiri sekaligus Presiden Direktur Arsari Group Hashim S Djojohadikusumo.
Pelaksanaan kemitraan ini melibatkan anak perusahaan PTPN Group, yaitu PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang hadir dalam acara tersebut. Masing-masing entitas berperan berdasarkan kepemilikan serta tata kelola lahannya. PTPN IV PalmCo juga memegang peran dalam transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan hasil kedelai untuk kebutuhan musim tanam berikutnya. Di sisi lain, PT KUAB bertindak sebagai pelaksana budidaya, penyedia teknologi, penyedia varietas kedelai MIGO, pendanaan, dan fasilitator alih pengetahuan.
IHSG Pangkas Koreksi, Turun 0,73% di Akhir Sesi 2

Sebelum kesepakatan diteken, kedua pihak telah menyelesaikan peninjauan dan pemeriksaan lapangan di sejumlah titik indikatif. Lahan pengembangan tersebut meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak dan Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.
Sebagai fase awal pada tahun 2026, para pihak akan menggelar proyek percontohan (pilot project) seluas 50 hektare di setiap lokasi yang telah ditetapkan. Hasil panen dan tata kelola dari proyek uji coba ini bakal menjadi acuan evaluasi komprehensif sebelum pelaksanaan ekspansi lahan dilakukan secara lebih luas pada tahun 2027.
Profibilitas Meningkat, MSIG Life Dorong Pertumbuhan Berkualitas

Hashim S Djojohadikusumo menyatakan optimismenya bahwa pengembangan rantai produksi ini dapat mengantarkan Indonesia mencapai swasembada kedelai dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun, di samping memperkuat pasokan benih bagi jaringan koperasi serta petani di berbagai daerah.






