Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar memeriksa seorang prajurit TNI AL menyusul beredarnya foto saat mendampingi politikus asal Bali, Arya Wedakarna, dalam kontes kecantikan transgender di Bangkok, Thailand. Prajurit berseragam dinas tersebut hadir sebagai ajudan dalam perhelatan bertajuk Miss Equality World 2026.
Foto-foto kehadiran Arya Wedakarna bersama ajudannya yang mengenakan seragam resmi TNI AL di kontes tersebut menuai polemik luas di media sosial. Publik mempertanyakan kepatutan penugasan serta pengawalan militer aktif dalam acara tersebut.
Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami kejadian yang viral tersebut secara internal. Ia memastikan proses investigasi sedang berjalan untuk meneliti ada tidaknya pelanggaran disiplin atau aturan hukum.
"Berita terkait viral itu kita sedang mendalami," kata Ary Mahayasa.
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri EEF Ke-11 di Vladivostok Rusia

Ary menambahkan bahwa permohonan prajurit tersebut untuk bertugas mendampingi Arya telah didasari surat resmi sejak tahun lalu dalam kapasitasnya sebagai ajudan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, tindakan tegas tetap akan diambil apabila hasil pemeriksaan menemukan pelanggaran prosedur. "Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur," ujarnya.
Klarifikasi Arya Wedakarna
Menanggapi kegaduhan yang timbul, Arya Wedakarna menyatakan kehadirannya di Bangkok bukan dalam rangka dinas mewakili DPD RI perwakilan Bali. Ia mengklaim bertolak ke lokasi atas nama pribadi sekaligus menjabat sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia untuk menerima apresiasi terkait pariwisata Bali pada puncak acara tanggal 30 Agustus.
Arya menjelaskan bahwa undangan tersebut berasal dari MS Organization, lembaga yang menurutnya memiliki jejaring di 15 negara dan kerap mengadakan kegiatan sosial di Bali. Ia juga berdalih tidak mengetahui sejak awal bahwa agenda tersebut mengangkat tema transpuan.
TPA Putri Cempo Terbakar, Wali Kota Solo Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

"Saya sebagai pribadi. Makanya saya pakai baju adat Bali," jelas Arya sembari menegaskan ketidaktahuannya mengenai muatan tema kontes itu.
Mengenai pengawalan ajudan, Arya menyebut prajurit TNI AL itu memang sudah bertugas mendampinginya selama satu tahun terakhir. Alasan memboyong pengamanan militer ke luar negeri diklaim berkaitan dengan kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Thailand yang dinilainya rawan, termasuk potensi konflik kawasan hingga insiden ledakan dan penembakan yang sempat terjadi.
Pemeriksaan oleh jajaran Lanal Denpasar kini menjadi fokus utama guna menentukan status hukum penugasan personel pengamanan tersebut selama mendampingi agenda kontes di Thailand.






